Yusril Ungkap Alasan Masuk Tim Pakar Debat Capres Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 10:38 WIB
Yusril Ungkap Alasan Masuk Tim Pakar Debat Capres Jokowi Yusril Ihza Mahendra menyebut posisinya sebagai penasihat hukum Jokowi-Ma'ruf, menjadikan alasannya lantas terlibat sebagai tim pakar jelang debat. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengonfirmasi klaim Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang menyebut namanya masuk dalam tim pakar paslon 01 jelang debat capres dan cawapres di Pilpres 2019.

Yusril menjelaskan bahwa posisinya dalam tim pakar tak terlepas dari jabatannya sebagai penasihat hukum paslon petahana itu.

"Oleh karena paslon Jokowi-Ma'ruf Amin akan mengikuti acara debat calon di bidang hukum dan HAM, maka tentu dimintakan masukan dari saya," kata Yusril melalui pesan singkat, Rabu (16/1).


Menurutnya, sebagai penasihat hukum, maka menjadi kewajibannya memberikan masukan, analisis dan pertimbangan hukum kepada paslon 01.

"Bisa saja, tidak ada salahnya," kata dia.


Yusril menambahkan, apa yang menjadi masukannya nanti secara garis besar berkaitan dengan apa yang sudah dilakukan Jokowi selama menjalankan roda pemerintahan, dan evaluasi terhadap kekuatan dan kelemahannya.

"Serta program penegakan hukum dan HAM untuk lima tahun ke depan," ujar dia.

Terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Afriansyah Ferry Noor mengatakan keberadaan sang ketua umum di tim pakar debat telah diberitahukan Yusril kepada pengurus partai.

"Iya betul, Pak Yusril istilahnya menjadi mentor debat untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf," kata Afriansyah kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Rabu (16/1).

Yusril bersama Afriansya Ferry Noer. (CNN Indonesia/Safir Makki)


Menurutnya, tawaran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf meminang Yusril tak terlepas dari intensnya komunikasi kedua belah pihak.

"Dan satu hal, Pak Yusril berpandangan bahwa Jokowi masih mau mendengar saran, masukan, dan pandangan-pandangannya. Berbeda dengan kubu sebelah," kata Afriansyah menegaskan.

Debat perdana yang mengangkat tema hukum dan HAM, kata Afriansyah, juga menjadi pertimbangan TKN menggunakan jasa Yusril sebagai mentor debat. Diketahui, pakar hukum tata negara itu pernah mengisi jabatan menteri hukum dan HAM di dua era: Gus Dur dan Megawati.

"Tapi saya belum dapat memastikan, apakah mentor debat ini hanya cukup pada debat perdana atau seterusnya. Saya rasa ini bergantung kebutuhan TKN," kata dia.


Afriansyah mengakui sejak keputusan Yusril menjadi kuasa hukum, hingga saat ini menjadi mentor debat Jokowi-Ma'ruf, gejolak tetap hadir di tubuh partai. Namun Afriansyah menegaskan, keputusan akhir haluan politik PBB untuk Pilpres akan diambil pada Rakornas PBB nanti.

"Akhir Januari ini," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Bidang Saksi TKN pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Lukman Edy menyebut Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra turut membantu pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam mempersiapkan debat kandidat pilpres 2019 yang akan digelar pada Kamis (17/1).

"Yang saya tahu Prof Yusril iya, karena memang tim kan," kata Lukman saat dihubungi CNNIndonesia.com Selasa (15/1).

Politikus PKB itu menyatakan bahwa Yusril sendiri tergabung dalam tim pakar yang bertugas untuk mempersiapkan berbagai masukan materi debat bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Yusril dia bagian dari tim kita, jadi tim pakar, dia datang, terus kita rapat tim debat capres," kata Lukman.

(gil)