"Itu harus dikaji lagi karena banyak studi yang sekarang justru mempertanyakan kembali kemanfaatan dari itu (giant sea wall)," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/1).
Anies tak menyebut hasil kajian apa saja yang dimaksudnya. Dia hanya menyinggung bahwa kondisi geografis Jakarta berbeda dengan daerah lainnya. Terutama karena ada 13 aliran sungai yang bermuara di Teluk Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai kita melakukan sekarang, di kemudian hari anak cucu kita menengok lagi, ini kok airnya jadi kumpulan air tak bersih kumpul di sini? Kan gitu," tuturnya.
Selain itu, Anies juga mengkritik soal pembangunan tanggul pantai di Muara Baru, Jakarta Utara. Alasannya, tanggul tersebut kerap mengalami kebocoran, yang terakhir terjadi pada Desember 2018 lalu.
"Saya lihat di lapangan salah satu masalahnya tidak berbicara dengan warga. Main patok aja pasang di situ," ujarnya.
Menurut Anies, perbedaan ketinggian tersebut menjadi salah satu tanda penurunan permukaan tanah di Jakarta.
"Sampaitanggulnya kelihatan, pernah sampai kelihatan dua meter, jadi itu menggambarkan tanah yang turun, tapitanggulnya sendiri sama,"tuturnya.