KPU Bantah Kisi-kisi Bikin Debat Capres Berjalan Normatif

CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 20:22 WIB
KPU Bantah Kisi-kisi Bikin Debat Capres Berjalan Normatif Ketua KPU Arief Budiman membantah kisi-kisi membuat debat capres berjalan normatif. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman membantah kebijakan memberikan kisi-kisi membuat jawaban pasangan calon presiden dan calon wakil presiden menjadi normatif dalam debat capres perdana Kamis malam (17/1).

Pernyataan itu menyikapi tanggapan sejumlah pihak yang menilai debat perdana Pilpres 2019 kurang greget karena pemberian kisi-kisi.

Ia mengatakan para kandidat pada dasarnya tidak mengetahui bakal menerima pertanyaan yang mana meski telah diberikan kisi-kisi sebelumnya. Arief menegaskan setiap pasang calon juga diberikan pertanyaan calon lainnya di luar kisi-kisi.


"Bahwa kandidat itu jawabannya normatif dan datar, itu sudah urusan kandidat. Tapi kan tidak cukup dia menjawab, paslon lain menanggapi, tidak cukup hanya menanggapi, dia dikasih menjawab tanggapan," kata Arief di Gedung KPU, Jumat (18/1).

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid menyatakan debat capres perdana kurang greget dan mensinyalir hal itu disebabkan oleh pemberian kisi-kisi.

Menurut Hidayat, pemberian kisi-kisi tidak seperti yang diharapkan dapat mengeksplorasi jawaban kedua kandidat. Serupa, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan banyak diamnya cawapres nomor urut 01 Maruf Amin karena tersandera kisi-kisi.

Meski membantah kisi-kisi membuat debat normatif, Arief menyatakan KPU terbuka terhadap masukan dan evaluasi masyarakat. Kebijakan memberikan kisi-kisi kepada paslon pada debat mendatang masih menunggu rapat evaluasi, Senin (21/1).

Sementara itu, mengenai diamnya Maruf, Arief menyatakan KPU menyiapkan ruang sepenuhnya bagi para calon wakil presiden dalam debat ketiga.

Debat pertama tadi malam diikuti kedua pasang capres dan cawapres. Sementara pada debat kedua hanya akan melibatkan capres saja.

(chri/wis)