Jokowi mengucapkan terima kasih atas undangan Pemimpin Ponpes Al- Baghdadi, Abah Kiai Haji Junaidi Al-Baghdadi sehingga bisa hadir dalam acara tersebut.
"Saya sangat bahagia sekali malam hari ini bisa bertemu kembali. Bertemu dan saya berharap masih bisa bertemu kembali," kata Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai kita itu dengarkan fitnah-fitnah yang keluar dari mana mana, sehingga kita jadi terpengaruh hingga terbawa ke sana, ke sini," ujar Jokowi.
"Di mulai dari sana, antar kampung tidak saling bicara, antar tetangga tidak saling menyapa, di majelis taklim saja tidak saling ngomong. Padahal kita ini saudara sebangsa setanah air, padahal kita saudara sesama muslim," tuturnya.
Menurut Jokowi, bila ada pemilihan bupati, wali kota, gubernur, maupun presiden, masyarakat harus menggunakan hati nurani dan pikiran yang jernih saat memilih. Dia meminta masyarakat tak terbelah hingga membuat tidak saling menyapa.
"Kalau ada pilihan bupati, dilihat ada A, B, C, ya dilihat saja pengalaman punya enggak, prestasinya ada enggak, rekam jejaknya ada enggak, programnya bagus enggak, idenya bagus enggak. Gagasan-gagasannya bagus enggak, dilihat itu saja," kata dia.
Lebih lanjut, Jokowi mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, kesatuan, dan persaudaraan bangsa Indonesia. Mantan gubernur DKI Jakarta itu menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa dan negara yang besar dengan berbagai macam perbedaan.
Menurut Jokowi, bangsa Indonesia dianugerahi keragaman suku, agama, adat, tradisi hingga bahasa daerah.
"Jangan perbedaan-perbedaan itu menjadikan kita tidak seperti menjadi saudara. Karena semuanya sudah menjadi hukum Allah, sudah Sunatullah yang diberikan kepada bangsa kita, harus kita syukuri bersama-sama," ujarnya.