Diketahui ratusan rumah maupun bangunan hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi pada Senin (21/1) kemarin.
"Kita harapkan warga juga proaktif, dalam suasana seperti ini, banyak dokumen, surat-surat yang hilang," kata Anies usai meninjau lokasi kebakaran, Selasa (22/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah disiapkan pos terpadu untuk mereka mengurus, tidak perlu menunggu nanti ke kelurahan," ujarnya.
Nantinya, kata Anies, petugas dari Pemprov DKI juga akan menjemput bola agar warga bisa segera mengurus dokumen-dokumen tersebut.
"Petugas kita akan berkeliling memastikan bahwa semua dokumen akan segera bisa diberikan, karena itu yang bisa membuka pengurusan macam-macam," tuturnya.
Selain itu, sambung Anies, Pemprov DKI juga menyiapkan tiga posko kesehatan dan menyiagakan petugas selama 24 jam.
"Semuanya bekerja 24 jam serta akan mendatangi, mengecek rumah-rumah, pos-pos yang disitu ada warga yang rentan baik orang tua maupun anak-anak," ucap Anies.
Kebakaran diduga kuat berasal dari ledakan tabung gas 40 kilogram (kg) milik seorang pedagang rumah makan.
Tabung gas yang sedang digunakan untuk memasak tersebut meledak hingga api cepat menjalar ke rumah-rumah sebelah sumber api.
Kebakaran itu menghanguskan 156 bangunan di tiga RW. Kebakaran itu juga membuat 234 KK atau 1.251 jiwa mengungsi karena tempat tinggal mereka ludes dilalap si jago merah. (dis/osc)