Buku Tjahaja Seorang Basuki Diluncurkan Jelang Kebebasan Ahok

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 03:16 WIB
Buku Tjahaja Seorang Basuki Diluncurkan Jelang Kebebasan Ahok Ahok akan bebas Kamis (24/1). (ANTARA FOTO/Pool/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahoker menghadiri peluncuran buku yang meneladani junjungannya sewaktu masih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Peluncuran buku ini sekaligus menandai detik-detik jelang kebebasan Ahok dari masa tahanannya yang sudah ia jalani hampir dua tahun terakhir.

Buku biografi tersebut berjudul Tjahaja Seorang Basuki dan ditulis oleh Rudi Thamrin. Sebuah diskusi juga digelar dengan berfokus pada nilai-nilai Ahok yang dapat diteladani selama berkuasa sebagai gubernur.

Rudi menceritakan buku ini berkutat pada tiga hal yakni kepribadian Ahok, kedewasaannya secara emosional, dan mengenai spiritualitasnya. Secara rinci, Rudi mengikuti perjalanan Ahok sejak menjabat gubernur sejak 2014 hingga akhirnya divonis bersalah dalam kasus penistaan agama.


"Saya melihat dia punya kecerdasan emosi sebenarnya, dia tahan gempur, difitnah, dihujat dan sebagainya, mungkin ini kehendak Tuhan, itulah titik tertinggi," tutur Rudi di acara peluncuran buku yang digelar di Taman Kemayoran, Jakarta, Rabu (23/1).


Dalam sambutan yang ia berikan, Rudi sempat menyinggung hilangnya sosok Ahok sebagai pemimpin Jakarta. Ia menilai selama dua tahun terakhir ada tanda-tanda kemunduran dalam pengelolaan Jakarta.

"Saya enggak mau bahas ini, misalnya Kali Sentiong kotor lagi," imbuh Rudi.

Tirtayasa, seorang aktivis '98 yang turut datang sebagai pembicara, menilai figur Ahok sarat dengan semangat demokrasi. Semangat Ahok itu bahkan ia anggap seirama dengan nilai-nilai demokrasi yang diperjuangkan oleh rakyat saat perjuangan reformasi berkobar.

"Saya rasa apa yang dihasilkan teman-teman 98 itu mengandung banyak isi yang Ahok lakukan selama perjuangan menjalankan pemerintahan," cetus Tirtayasa.


Peluncuran buku ini dihadiri oleh sejumlah figur seperti Nuril Arifin alias Gus Nuril, peneliti LPI Aven Jaman, advokat Amirullah Tahir, hingga peneliti The Indonesian Public Institute Karyono Wibowo. 

Ahok dijadwalkan akan bebas murni pada Kamis, 24 Januari 2019. Pria yang besar di Belitung Timur itu segera tuntas menjalani vonis dua tahun penjara untuk kasus penistaan agama di tanggal tersebut. 

Selama menjalani hukuman dia mendapat tiga remisi. Pertama dia mendapat remisi Natal 2017, lalu remisi hari kemerdekaan 17 Agustus 2018 dan remisi Natal 2018. Ahok menghabiskan hampir semua masa tahanannya di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Jelang hari bebasnya, sejumlah Ahoker pun menggelar beberapa penyambutan seperti acara peluncuran buku di Kemayoran ini atau seperti yang dilakukan segelintir warga yang menggelar lapak di depan Mako Brimob.

(bin/DAL)