Polda Sumsel Ungkap Peredaran Narkotika Baru 'Ekstasi Domino'

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 20:18 WIB
Polda Sumsel Ungkap Peredaran Narkotika Baru 'Ekstasi Domino' Ilustrasi narkoba. Polda Sumsel menggagalkan upaya peredaran sabu jenis ekstasi domino, jenis baru asal Eropa. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Selatan (Sumsel) mengungkap upaya peredaran narkotika jenis ekstasi asal Eropa. Ekstasi jenis baru ini dikenal dengan nama 'ekstasi domino', disebut baru pertama kali masuk ke Bumi Sriwijaya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Farman mengatakan, ekstasi domino ini merupakan ekstasi yang memiliki kandungan metilendioksimetamfetamina (MDMA) terbaik. Efeknya diklaim lebih kuat daripada ekstasi yang sudah beredar selama ini.

"Setelah kami cek di Labfor, ternyata ekstasi ini jenis baru. Bentuknya pun berbeda. Kandungannya sama seperti ekstasi lain, MDMA. Tapi yang membedakannya ini ekstasi kualitas terbaik dan zat MDMA juga bagus. Ini berasal dari Eropa," ujar Farman, Kamis (24/1).



Polisi menyita barang bukti 130 butir ekstasi domino dari tangan tersangka Sulaiman Alias Leman (58), warga Dusun III, Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (19/1) pukul 18.00.

Farman menuturkan, penangkapan tersangka berawal dari informasi mengenai tersangka yang dicurigai sebagai pengedar narkoba. Setelah melakukan penyelidikan dan pengintaian beberapa hari, anggota kepolisian pun menggerebek rumah tersangka.

Selain menyita 130 butir pil ekstasi domino, penyidik pun menemukan satu paket narkotika jenis sabu seberat 43,51 gram ukuran sedang.

Dari pengakuan tersangka, ujar Farman, ekstasi domino tersebut dihargai Rp300-500 ribu per butir. Pihaknya menduga peredaran ekstasi domino ini sudah menyebar luas ke wilayah lain di Sumsel. Farman menegaskan akan menyelidiki rantai peredaran narkotika tersebut hingga ke sumbernya.

"Masih kita kembangkan untuk mencari tahu tersangka Leman ini dapat dari siapa sehingga peredarannya bisa kita petakan," ungkap Farman.



(idz/ain)