Pembunuhan itu disebut terkait dengan utang dan dipengaruhi oleh penggunaan narkotika.
Mereka yakni Abdul Malik alias Tete (22), Feri (30), FB (16) dan DP alias Yoga (16). Seluruh tersangka merupakan warga Dusun I Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumsel. Satu tersangka lainnya masih buron.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah penemuan mayat dibakar itu, anggota langsung melakukan penyelidikan. Anggota memeriksa saksi di lokasi penemuan mayat serta mencari identitas korban. Motornya korban itu diketahui dititipkan di seorang warga Gelumbang. Motor diketahui dititipkan oleh tersangka FB," ujar Kapolda saat ungkap kasus di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (23/1).
Empat tersangka kasus pembunuhan permepuan yang ditemukan hangus di tengah sawah di Ogan Ilir. (Foto: CNN Indonesia/idz) |
Saat ini pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap tersangka Asri yang diketahui merupakan otak pelaku pembunuhan dengan pembakaran ini.
"Saya pastikan akan mengejar pelaku pembunuhan keji ini. Membunuh saja bagi mereka tidak cukup, sehingga dibakar untuk menghilangkan jejak. Akan saya sikat itu tersangka yang masih buron," ungkap Kapolda.
Ilustrasi TKP pembunuhan. (Foto: mkaragoz/Thinkstock) |
Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang dr Indra Sakti Nasution mengatakan keluarga mengenali korban sebagai Inah dari anting yang masih dikenakan jenazah, jam tangan merek Chalres Delon, bros, ponsel, kancing jaket jins, dan celananya.
"Tapi sekarang masih akan dipastikan dengan tes DNA. Kita sudah minta sampel darah dari ayah dan anak korban. Akan kita cocokkan dengan sampel yang kita ambil dari tulang paha, iga, dan gigi korban," ujar Indra.
Pesta Sabu
Berdasarkan keterangan dari kepolisian, pembunuhan itu sendiri bermula saat korban Inah mendatangi rumah kontrakan tersangka Asri, di Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (19/1) pukul 21.00, usai ditelepon.
Ilustrasi perkosaan. (Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz) |
Di tengah pesta sabu, Asri menagih utang kepada Inah sebesar Rp1,5 juta. Namun, korban meminta tengat waktu lebih lama. Asri pun membujuk korban untuk melunasi utangnya dengan berhubungan badan.
Inah menolak. Asri memaksanya dan membawanya ke kasur sambil meminta tolong kepada tersangka lain untuk memeganginya. Berupaya meredam korban yang terus memberontak, Asri pun mengambil kayu besar dan memukulkannya ke kepala korban dan menjeratnya dengan menggunakan kawat.
Usai kejadian itu, Asri menyuruh tersangka Yoga untuk membeli minyak tanah, dan meminta tersangka untuk memasukkan jenazah korban ke dalam karung dan mengangkutnya ke atas mobil pick up milik Asri berikut ranjang yang digunakan saat memperkosa korban.
Para tersangka kemudian berkendara sejauh 20 kilometer untuk membuang jenazah korban. Untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka, para tersangka kemudian membakar jenazah korban berikut ranjangnya.
Ilustrasi sabu. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Mereka bakar korban yang sudah meninggal itu untuk menghilangkan jejak dan bukti. Namun berkat kesigapan para anggota kasus ini bisa diungkap hanya tiga hari," ujar Zulkarnain.
(idz/arh)
Empat tersangka kasus pembunuhan permepuan yang ditemukan hangus di tengah sawah di Ogan Ilir. (
Ilustrasi TKP pembunuhan. (
Ilustrasi perkosaan. (
Ilustrasi sabu. (