Tersangka Kasus Mayat Hangus Dibekuk, Sabu Picu Pembunuhan

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 04:02 WIB
Tersangka Kasus Mayat Hangus Dibekuk, Sabu Picu Pembunuhan Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara memaparkan penangkapan empat tersangka kasus pembunuhan perempuan yang ditemukan hangus di tengah sawah. (CNN Indonesia/idz)
Palembang, CNN Indonesia -- Kepolisian menangkap empat orang pelaku pembunuhan perempuan yang ditemukan hangus di tengah sawah Dusun IV SP 2, Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (23/1).

Pembunuhan itu disebut terkait dengan utang dan dipengaruhi oleh penggunaan narkotika.

Mereka yakni Abdul Malik alias Tete (22), Feri (30), FB (16) dan DP alias Yoga (16). Seluruh tersangka merupakan warga Dusun I Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumsel. Satu tersangka lainnya masih buron.


Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara berujar penangkapan itu bermula dari penemuan sepeda motor Honda Beat warna putih nopol BG3262KAI milik korban yang dititipkan oleh FB kepada salah seorang warga Gelumbang.

"Setelah penemuan mayat dibakar itu, anggota langsung melakukan penyelidikan. Anggota memeriksa saksi di lokasi penemuan mayat serta mencari identitas korban. Motornya korban itu diketahui dititipkan di seorang warga Gelumbang. Motor diketahui dititipkan oleh tersangka FB," ujar Kapolda saat ungkap kasus di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (23/1).

Korban sendiri diduga kuat Inah Antimurti (20) warga Dusun II Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Identitasnya diketahui dari hasil pencocokan antemortem yang dikonfirmasi oleh keluarga.

Empat tersangka kasus pembunuhan permepuan yang ditemukan hangus di tengah sawah di Ogan Ilir.Empat tersangka kasus pembunuhan permepuan yang ditemukan hangus di tengah sawah di Ogan Ilir. (Foto: CNN Indonesia/idz)
Zulkarnain melanjutkan anggota mengejar FB berdasarkan petunjuk itu. Setelah berhasil ditangkap, FB berkicau dan menunjukkan lokasi empat tersangka lain. Sementara satu tersangka lainnya, Asri, berhasil melarikan diri.
"Motif pembunuhan diketahui korban ini punya utang sama tersangka Asri. Ditagih disuruh bayar enggak mau, tersangka kesal lalu akhirnya korban dibunuh. Dipukul pakai kayu lalu dibakar," ujar Kapolda.

Saat ini pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap tersangka Asri yang diketahui merupakan otak pelaku pembunuhan dengan pembakaran ini.


"Saya pastikan akan mengejar pelaku pembunuhan keji ini. Membunuh saja bagi mereka tidak cukup, sehingga dibakar untuk menghilangkan jejak. Akan saya sikat itu tersangka yang masih buron," ungkap Kapolda.

Ilustrasi TKP pembunuhan.Ilustrasi TKP pembunuhan. (Foto: mkaragoz/Thinkstock)
Meskipun para tersangka sudah mengakui perbuatannya, kepolisian masih akan melakukan tes DNA untuk memastikan jenazah yang terbakar tersebut merupakan Inah.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang dr Indra Sakti Nasution mengatakan keluarga mengenali korban sebagai Inah dari anting yang masih dikenakan jenazah, jam tangan merek Chalres Delon, bros, ponsel, kancing jaket jins, dan celananya.

"Tapi sekarang masih akan dipastikan dengan tes DNA. Kita sudah minta sampel darah dari ayah dan anak korban. Akan kita cocokkan dengan sampel yang kita ambil dari tulang paha, iga, dan gigi korban," ujar Indra.

Saparudin (60) ayah dari Inah, mendatangi RS Bhayangkara Palembang setelah mendapatkan informasi adanya penemuan mayat pada Minggu (20/1). Diketahui Inah meninggalkan rumah sejak Sabtu (19/1) dan tak kunjung pulang.

Pesta Sabu

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, pembunuhan itu sendiri bermula saat korban Inah mendatangi rumah kontrakan tersangka Asri, di Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (19/1) pukul 21.00, usai ditelepon.

Ilustrasi perkosaan.Ilustrasi perkosaan. (Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
Kedatangannya disambut Asri dan empat tersangka lainnya. Mereka yang tengah berpesta sabu pun meminta Inah bergabung.

Di tengah pesta sabu, Asri menagih utang kepada Inah sebesar Rp1,5 juta. Namun, korban meminta tengat waktu lebih lama. Asri pun membujuk korban untuk melunasi utangnya dengan berhubungan badan.

Inah menolak. Asri memaksanya dan membawanya ke kasur sambil meminta tolong kepada tersangka lain untuk memeganginya. Berupaya meredam korban yang terus memberontak, Asri pun mengambil kayu besar dan memukulkannya ke kepala korban dan menjeratnya dengan menggunakan kawat.

Karena dibawah pengaruh narkotika, para tersangka tidak sadar bahwa korban sudah tewas. Asri dan Tete memperkosanya, sementara tersangka lainnya hanya menyaksikan.

Usai kejadian itu, Asri menyuruh tersangka Yoga untuk membeli minyak tanah, dan meminta tersangka untuk memasukkan jenazah korban ke dalam karung dan mengangkutnya ke atas mobil pick up milik Asri berikut ranjang yang digunakan saat memperkosa korban.

Para tersangka kemudian berkendara sejauh 20 kilometer untuk membuang jenazah korban. Untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka, para tersangka kemudian membakar jenazah korban berikut ranjangnya.

Ilustrasi sabu.Ilustrasi sabu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Kapolda membenarkan para tersangka dipengaruhi narkotika saat melakukan aksinya.

"Mereka bakar korban yang sudah meninggal itu untuk menghilangkan jejak dan bukti. Namun berkat kesigapan para anggota kasus ini bisa diungkap hanya tiga hari," ujar Zulkarnain.

(idz/arh)