Menurut Jokowi, hoaks tersebut dihembuskan hanya untuk tujuan politik.
"Ini hanya tujuan politik, bukan yang lain-lain. Masyarakat jangan diajak ke hal yang tidak logis. Untungnya masyarakat sekarang sudah pintar-pintar," kata Jokowi kepada masyarakat saat membagikan sertifikat tanah di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (25/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara soal tuduhan kriminalisasi ulama, Jokowi juga tak habis pikir. Padahal, kata calon presiden nomor 01 itu dirinya kerap bertemu ulama dan turut menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.
"Saya empat tahun digitukan diam saja, sekarang saya mau ngomong. Boleh kan?" kata Jokowi saat penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat, di Gedung Serbaguna Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1).
Jokowi menyatakan perlu menjawab kabar bohong dirinya bagian dari PKI lantaran, berdasarkan hasil survei, sekitar 9 juta orang percaya isu tersebut.
(fra/arh)