Ratusan WN Bangladesh di Medan Korban Perdagangan Orang

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 22:43 WIB
Ratusan WN Bangladesh di Medan Korban Perdagangan Orang Ilustrasi petugas imigrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Medan, CNN Indonesia -- Sebanyak 286 warga Bangladesh yang ditemukan di sebuah Ruko di Kawasan Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatra Utara pada Selasa (5/2) lalu diduga merupakan korban perdagangan manusia. Pemerintah memutuskan akan memulangkan mereka ke negara asalnya.

"Totalnya ada 286 WN Bangladesh. Mereka ini korban penipuan, jadi untuk tindakannya yang kita lakukan adalah deportasi/cekal," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Medan, Fery Monang Sihite, Jumat (8/2).

Dia mengatakan pihaknya telah beroordinasi dengan Kedutaan Besar Bangladesh untuk proses deportasi. Karena memang, seluruh kebutuhan deportasi akan difasilitasi kedutaan. Seperti akomodasi atau pun yang lainnya.



"Kita akan melakukan pemetaan permasalahan ini, supaya tidak terulang kejadian serupa," ujarnya.

Menurut Fery, dari hasil interogasi, para warga Bangladesh ini ingin kembali ke negara asalnya, setelah mereka mengetahui telah ditipu oleh orang yang berjanji akan membawa mereka ke Malaysia untuk bekerja.

"Kita akan mendalami kasus ini. Karena kuat dugaan, pelakunya melarikan diri setelah aksinya terungkap. Kita akan lakukan kajian terhadap pola-pola pelaku merekrut mereka, jangan sampai Medan dijadikan sebagai tempat transit mereka menuju negara tetangga," ucap Fery.

Hingga saat ini, para warga Bangladesh ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan. Hasil penyelidikan pertama, mereka masuk secara bergelombang.


"Ada yang baru lima hari dan sebagainya. Paling tidak sejauh ini data dari mereka sudah kami kantongi, semoga proses deportasinya nanti tidak memakan waktu berbulan-bulan," jelasnya.

Kasus serupa pernah terjadi beberapa waktu lalu. 30 orang WN Bangladesh di Kabupaten Batubara. Mereka adalah korban trafficking yang akan berangkat ke Malaysia lewat jalur gelap. Ke 30 WN Bangladesh tersebut sudah di deportasi ke negara asalnya setelah sempat tinggal di Rudenim Belawan. (fnr) (fnr/ayp)