Ingin Unggul 70 Persen, Alasan Jokowi Terapkan 'Perang Total'

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 08:08 WIB
Ingin Unggul 70 Persen, Alasan Jokowi Terapkan 'Perang Total' Capres petahana Joko Widodo (kiri) bersama cawapres Ma'ruf Amin optimistis mencapai target 70 persen kemenangan di Pilpres 2019. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko mengaku menyatakan strategi perang total digunakan agar Jokowi-Ma'ruf menang telak dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Besaran keunggulannya, ditargetkan 70 persen secara nasional.

Moeldoko mengatakan TKN tidak ingin Jokowi-Ma'ruf hanya menang dengan persentase yang rendah dari pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Kami ingin menang dengan persentase yang optimum. Sehingga totalitas menjadi sesuatu yang kami dengungkan," ujar Moeldoko di Jakarta, Rabu (13/2).


Unggul 70 Persen, Alasan Kubu Jokowi Terapkan 'Perang Total'Moeldoko. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)


Target kemenangan 70 persen, kata mantan Panglima TNI ini, diambil atas laporan dan kesiapan para pimpinan daerah yang telah ditemuinya.

"Para pimpinan daerah yang sudah bersatu dengan kami masing-masing sudah menentukan. Ya di atas, di antaranya 70-an persen," ujarnya.

Makna perang total
Moeldoko kemudian menjelaskan perang total merupakan istilah dari penggunaan seluruh sumber daya dengan optimal. Di TKN, ia menyebut ada berbagai sumber daya yang akan dikerahkan dengan optimal.

"Kami memiliki sumber daya yang luar biasa dari teman-teman yang ada di TKN. (Mereka) memiliki kualitas yang sangat mumpuni dan memadai," ujar Moeldoko.

Sebelumnya Moeldoko juga menyebut strategi perang total dilakukan dengan cara menentukan center of gravity dari sebuah pertempuran. Moeldoko sendiri tak menjelaskan lebih lanjut soal center of gravity, namun, berdasarkan penelusuran, center of gravity merupakan istilah dalam dunia militer yang memiliki arti titik pusat dari kekuatan lawan dalam sebuah pertempuran.


Selain TKN, Moeldoko juga mengatakan sumber daya yang bakal dioptimalkan adalah partai politik pendukung dan relawan. Khusus relawan, ia mengatakan memiliki kemampuan militansi yang bisa dioptimalkan.

"Berikutnya berbagai elemen lain yang memberikan dukungan secara sukarela baik itu semangat, finansial, dan lain-lain," ujar Moeldoko.

Lebih dari itu, ia menegaskan mengetahui kekuatan yang tersedia untuk kepentingan penetrasi terhadap segmen-segmen yang ditargetkan sesuai dengan prioritas.

Sementara itu, berbeda dengan target kubu Jokowi, di kubu penantang, tim sukses Prabowo Subianto justru menargetkan dan yakin kemenangan di Pilpres 2019 mencapai 63 persen. Anggota Dewan Pengarah BPN, Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra optimistis Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang dengan raihan suara 63 persen.

Unggul 70 Persen, Alasan Kubu Jokowi Terapkan 'Perang Total'Fadli Zon. (CNN Indonesia/Safir Makki)

"Menurut prediksi saya sih, insyaallah kami menang dengan 63 persen," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2).

Fadli mengatakan target ini bukan tanpa alasan. Menurut dia, saat ini survei internal timses Prabowo-Sandi menyatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin kini sudah tertinggal.







(jps/ain)