Survei LSI: PDIP Unggul di Pemilih Muslim, Gerindra Mengekor

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 16:49 WIB
Survei LSI: PDIP Unggul di Pemilih Muslim, Gerindra Mengekor Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- PDI Perjuangan (PDIP) masih menempati posisi pertama partai teratas dalam pemilihan umum 2019. Disusul Gerindra, Golkar, dan Partai kebangkitan Bangsa (PKB). PDIP juga disebut unggul di kalangan pemilih muslim.

Demikian hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis, Rabu (20/2). Survei bertajuk 'Pergeseran Dukungan Partai di 6 Kantong Besar Suara' itu dilakukan pada 18-25 Januari 2019 kepada 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan tatap muka dan menggunakan kuesioner. Survei ini memiliki margin of error 2,8 persen.

Enam kantong suara besar itu yakni, kalangan pemilih muslim, kalangan minoritas (nonmuslim), perempuan atau emak-emak, kalangan terpelajar. Kemudian kalangan wong cilik, kelompok masyarakat berpenghasilan Rp2 juta ke bawah dan kelompok milenial.


Berdasarkan hasil survei itu, 23,7 persen responden memilih PDIP jika pemilihan legislatif berlangsung hari ini.

Di kalangan pemilih muslim PDIP unggul atas Gerindra dan partai lainnya.

"PDIP di posisi pertama dengan 18,4 persen, diikuti dengan Partai Gerindra 16,6 persen, Partai Golkar 11 persen, PKB 9,3 persen, dan Partai Demokrat 4,7 persen," kata Peneliti senior LSI Denny JA Rully Akbar di Gedung Graha Dua Rajawali, Rabu (20/2).

Kata Rully, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini juga menguasai lima dari enam kantong suara pemilih di Indonesia. PDIP hanya kalah di kalangan terpelajar.
PDIP masih berada di posisi pertama pilihan pemilih Muslim yang menjadi merupakan 85 persen suara dari total pemilih di Pilpres 2019.

PDIP, menurut Rully, juga menguasai pilihan pemilih minoritas yang berjumlah 15 persen populasi.

Di kalangan minoritas, PDIP di posisi pertama dengan 54,7 persen, Partai Golkar mengikuti dengan 13,5 persen, Nasdem di posisi ketiga dengan 3,5 persen, Gerindra dengan 2,9 persen, dan Partai Demokrat 2,4 persen.

Tak hanya itu, mayoritas pemilih milenial atau pemilih berusia di bawah 40 tahun, juga memilih PDIP dengan suara 20,1 persen. Diikuti Partai Gerindra (16,2 persen), Partai Golkar (9,7 persen), Partai Demokrat (7,2 persen), dan PKB (7,1 persen).
Kantung suara pemilih lainnya yang juga dikuasai PDIP adalah pemilih wong cilik atau masyarakat yang berpenghasilan sekitar Rp2 juta setiap bulan.

Pemilih wong cilik sebanyak 50 persen dari total pemilih Pemilu 2019. "PDIP paling unggul dengan perolehan suara 22,8 persen, Gerindra 12,9 persen, Golkar 11,6 persen, PKB 11,3 persen, dan Partai Nasdem 4,3 persen," katanya.

Selain itu, di kalangan perempuan atau emak-emak juga lebih banyak memilih partai pengusung utama Presiden Joko Widodo ini dengan 22 persen.

Di peringkat kedua pilihan emak-emak terdapat Partai Golkar dengan dukungan 13,3 persen. Posisi ketiga ditempati Partai Gerindra dengan 122,3 persen, selanjutnya PKB dengan 9,2 persen, dan Partai Demokrat 6,5 persen.

Namun, kondisi itu berubah ketika ditanyakan kepada pemilih terpelajar atau masyarakat yang menyelesaikan pendidikannya tingkat diploma, sarjana, magister, dan doctor.

Partai Gerindra mengungguli PDIP dengan perolehan 23,9 persen. PDIP kali ini di posisi kedua dengan 15,9 persen, diikuti Partai Demokrat dengan 8 persen, PKS 7,2 persen, dan Partai Nasdem, 5,8 persen.

"Ini merupakan faktor ekor jas dari banyak pemilih terpelajar juga memilih pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019," tutur Rully.
Dalam survei sebelumnya, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungguli pasangan calon petahana Joko Widodo-Maruf Amin dalam pemilih terpelajar dengan perolehan suara 44,2 persen. Sementara itu, pasangan Jokowi-Maruf memperoleh 37,7 persen.

Pada November 2018, lembaga survei Indopolling juga merilis hasil survei peluang partai politik di Pemilu 2019.

Indopolling Network menyatakan PDIP menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi di Jawa Barat.

Direktur Indopolling Network Wempy Hadir menyebut elektabilitas PDIP di Jabar mencapai 19,5 persen.
[Gambas:Video CNN] (ugo/ugo)