Titiek Soeharto Didoakan Jadi Ibu Negara di Malam Munajat 212

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 22:28 WIB
Titiek Soeharto Didoakan Jadi Ibu Negara di Malam Munajat 212 Siti Hediyati Haryadi hadir dalam acara Malam Munajat 212 di Monas, Jakarta, pada Kamis (21/2). (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediyati Haryadi atau Titiek Soeharto hadir dalam acara Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis malam (21/2). Dalam kesempatan itu, dia sempat didoakan oleh pembawa acara agar menjadi ibu negara.

"Kami doakan mudah-mudahan menjadi ibu negara," tutur salah seorang panitia dari atas panggung menggunakan pengeras suara.

Massa yang menyimak ucapan panitia itu lantas mengucapkan amin bersama - sama.


Titiek sendiri tiba di Monas sekitar pukul 18.00 WIB. Dia disambut sorak oleh massa yang sudah berkumpul di lokasi acara.


Titiek tak diam saja. Dia melempar senyum kepada massa yang memanggil-manggil namanya seraya berjalan menuju panggung.

"Selamat datang Mbak Titiek Soeharto. Insya Allah jadi Srikandi yang hadir di antara kami ya Allah," tutur seorang panitia menggunakan pengeras suara saat Titiek baru tiba di lokasi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menghelat Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis malam (21/2). Acara dimulai dengan solat Maghrib berjamaah.

Pantauan CNN Indonesia.com, sejumlah tokoh politik hadir di lokasi. Mereka adalah Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Presiden PKS Sohibul Iman, Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi Neno Warisman. Selain itu, hadir pula Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Mereka berada di panggung utama.


Acara Malam Munajat 212 sendiri sempat diwarnai kericuhan di belakang panggung utama. Mulanya ada seorang copet yang dipergoki massa. Wartawan yang berada tak jauh dari tempat kejadian perkara , sontak merekam menggunakan ponselnya.

Massa keberatan dengan tindakan wartawan tersebut. Secara beramai-ramai dan teriak, massa meminta tidak ada yang merekam. (bmw/rea)