Merasa Ada Arus Kuat, Prabowo Yakin Survei Bayaran Bisa Gagal

CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 20:56 WIB
Merasa Ada Arus Kuat, Prabowo Yakin Survei Bayaran Bisa Gagal Calon presiden Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Bandung, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut ada arus kuat kepada dirinya dalam Pilpres 2019. Dia pun memprediksi hasil survei yang dibayar pihak tertentu akan gagal.

Prabowo mengatakan itu saat menyinggung porsi dirinya diliput di televisi. Kata Prabowo, stasiun televisi saat ini telah berubah. Dia mengaku lebih sering diliput dibanding masa sebelumnya.

Mantan Danjen Kopassus ini menduga porsi liputan televisi kepada dirinya yang mulai membaik karena ada arus kuat kepada dirinya. 


"Sekarang mungkin mereka [televisi] pikir 'waduh gawat ini'. Mereka kan wartawan, punya jaringan. Ini kok arus kuat ke kita ini, survei-survei yang bayaran itu bisa gagal semua itu?" kata Prabowo dalam pidato kebangsaan bertajuk Renaisans Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/3).

Sejumlah lembaga survei menempatkan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga di bawah Jokowi-Ma'ruf Amin.

Survei Indikator Politik Indonesia periode 6-16 Desember 2018 menyatakan elektabilitas Prabowo-Sandi 34,8 persen, kalah dari Jokowi-Ma'ruf yang sebesar 54,9 persen.

Sementara survei Alvara Research Center periode 11-24 Desember 2018 menemukan elektabilitas Prabowo-Sandi 35,1 persen.

Terbaru, survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mencatat elektabilitas Prabowo-Sandi hanya 30,9 persen.

Prabowo menyamakan hasil survei saat ini dengan apa yang terjadi di DKI Jakarta pada 2017 lalu saat pilkada.

Saat itu hampir semua survei mengunggulkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, namun saat pencoblosan tiba pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno keluar sebagai pemenang.

Sebelumnya Prabowo juga mengatakan telah merasakan perubahan di tengah masyarakat. Dia melihat masyarakat Indonesia saat ini telah mulai memahami apa yang dia perjuangkan selama belasan tahun terakhir.

Itu, kata dia, tercermin salah satunya dari istilah-istilah yang biasa digunakan, kini sudah populer di tengah masyarakat.


"Kalau ketemu saya tadi juga di jalan saya pulang dari PERSIS, saya ke Masjid Kauman. Rakyat 'selamatkan Indonesia'. Jadi rakyat merasa bahwa bangsanya harus diselamatkan. Ada yang bahkan 'Pak, Indonesia menang, pak. Indonesia menang'," ujar Prabowo.

[Gambas:Video CNN] (tst/wis)