ANALISIS

Prabowo, Produk Elite di Jaringan Oligarki Jakarta

CNN Indonesia | Sabtu, 09/03/2019 16:27 WIB
Prabowo, Produk Elite di Jaringan Oligarki Jakarta Calon presiden Prabowo Subianto menyapa pendukungnya dari atas mobil di Bandung, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Riuh rendah teriakan para pendukung calon presiden Prabowo Subianto meramaikan Aula Utama Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/3).

Prabowo memberi kuliah kebangsaan di kampus itu dengan tema 'Renaisans Indonesia'. Dia mengkritik kaum elite di Jakarta telah beku hatinya karena memikirkan kekayaan saja.

Prabowo menyebut kelompok elite ingin rakyat terus menerus bodoh agar mereka bisa bebas menyejahterakan diri sendiri dan keluarganya. Namun dia tak menjelaskan siapa kelompok elite Jakarta itu.


Meski mengkritik, Prabowo mengakui dirinya bagian dari kelompok elite.


"Saya paham itu karena saya bagian elite tapi saya (elite) yang sadar, bahwa itu (mereka) elite yang salah," kata Prabowo.

Dia mengatakan kekayaan yang dipamerkan para elite berasal dari uang rakyat yang mereka curi.

"Saya sebel banget alias sudah agak muak banget, orang-orang itu sok kaya, tapi kekayaanya itu mereka nyolong dari rakyat," katanya.

Tim pakar bidang ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Haryaddin Mahardika, mengatakan para elite yang dimaksud Prabowo merupakan pihak eksekutif, atau pemerintah yang sedang berkuasa saat ini. Tak termasuk para wakil rakyat di DPR.

"Sebenarnya maksud elite tadi itu ya penguasa sekarang, bukan semua elite. Tapi elite yang berkuasa sekarang ya," kata Haryaddin kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi melalui telepon.


Menurutnya, para elite berhati beku karena banyak penyimpangan dalam membuat keputusan. Haryaddin memastikan Prabowo akan banyak mengubah sistem jika memenangkan Pilpres 2019.

"Kita nanti kembalikan, periksa semua proyek yang dilakukan di periode ini. kalau ada (penyimpangan) ya harus di proses," kata dia.

Prabowo, Produk Elite di Jaringan Oligarki JakartaPrabowo Subianto mengakui dirinya sebagai kelompok elite. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Sama seperti Prabowo, Haryaddin juga tak menjelaskan langkah apa saja yang akan diambil Prabowo untuk memperbaiki para elite itu. Tim pakar Prabowo itu tak memberikan solusi konkret.

Sementara itu, pengamat Politik LIPI Wasisto Raharjo Jati mempertanyakan data Prabowo hingga bisa menyebut elite di Jakarta berhati beku.

Menurutnya, pernyataan itu bisa jadi merupakan refleksi atau asumsi Prabowo sebagai bagian dari kaum elite Jakarta.

"Kalau hasil refleksi, harusnya beliau memiliki bukti narasi yang objektif. Jadi itu lebih pada asumsi yang dibangun pada penempatan posisi beliau sebagai figur yang jauh dari kekuasaan tapi bagian dari elite," kata Wasis.

Wasis menyebut Prabowo sebagai produk elite yang nyata. Prabowo lahir, besar hingga berkarier sebagai elite. Sehingga menurut dia, sangat lucu ketika Prabowo menyebut para elite yang juga adalah temannya, tempat dia membangun relasi, sebagai pihak yang beku hatinya.

"Kan pada dasarnya Prabowo ini lahir, besar, dan berkarier sebagai elite, beliau ini membangun relasi sesama elite atas dasar kepentingan dan membangun jaringan loyalis dan simpatisan berbasis redistribusi materialnya," kata dia.


Sehingga menurutnya sangat sulit bagi Prabowo untuk mengubah kelompok elite yang menjadi tempat dia bergelut sejak kecil.

"Saya kira kalau Prabowo ini adalah produk elite dalam jaringan oligarki Jakarta. Menurut saya agak susah (untuk mengubah elite di Jakarta) karena itu sama saja nanti merusak relasi sesama elite dan malah justru menganggu zona nyamannya Prabowo sendiri," kata dia.

Sementara itu pengamat politik dari Populi Center, Rafif Pamenang Imawan justru mengingatkan Prabowo agar lebih mawas diri dan malu dengan pernyataan yang dia ungkapkan.

Menurut Rafif, Prabowo tak hanya kaum elite masa kini, tetapi juga menjadi bagian dari kaum elite Orde Baru yang cukup terkenal dengan korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Sepantasnya malu, karena bagaimanapun juga, Prabowo adalah bagian dari elite. Bahkan lebih serius lagi, bagian dari elite yang tumbuh dari Orde Baru," kata Rafif.

Rafif menilai Prabowo hanya menyampaikan pernyataan-pernyataan yang bombastis tanpa penjelasan konkret. Menurutnya, Prabowo menyampaikan masalah tanpa solusi nyata sama sekali.

"Pernyataan itu pernyataan bombastis, bagaimanapun juga beliau bagian dari elite masa lalu dan masa kini," kata dia.


[Gambas:Video CNN] (tst/pmg)