Polisi Sebut Abu Hamzah Aktif di Jaringan JAD Enam Tahun

CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 20:39 WIB
Polisi Sebut Abu Hamzah Aktif di Jaringan JAD Enam Tahun Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menunjukkan lokasi meledaknya bom Sibolga di Mabes Polri, Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri menyatakan terduga teroris Abu Hamzah yang ditangkap di Sibolga, Sumatra Utara, terlibat aktif di jaringan kelompok teroris JAD Sumatra, terutama Lampung dan Sibolga beberapa tahun terakhir.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan hal ini ketika ditanyai dari mana Abu Hamzah belajar merakit bom.

"Selama enam tahun terakhir, keterangan dari orang tuanya ini aktif di beberapa kelompok, itu jaringan Lampung dan Sibolga," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/3).


Dia menyampaikan berdasarkan keterangan keluarganya, Abu Hamzah baru beberapa tahun terakhir fokus dengan jaringan di Sibolga.
"Baru beberapa tahun terakhir Sibolga," ujar Dedi.

Polisi menyebut Abu Hamzah sebagai salah satu anggota intelektual yang memiliki kemampuan untuk merakit bom dan mempengaruhi rekannya dalam kelompok jaringan tersebut. Dia bergabung dalam jaringan JAD yang berafiliasi dengan ISIS.

"Untuk lone wolf itu pola serangan. Untuk kelompok merupakan sarana indoktrinisasi ideologi dan diskusi tentang rencana, waktu dan tempat serangan. Mereka kelompok JAD Sumatra yang berafiliasi dengan ISIS," kata Dedi.

Hal ini ditunjukkan dengan penemuan sejumlah bom yang sudah terakit dan siap meledak serta beberapa jenis bahan peledak di rumahnya.

Diketahui juga ada beberapa jenis bom yang disita kepolisian saat menangkap Abu Hamzah. Di rumahnya pun juga ditanam bom ranjau yang menyebabkan seorang petugas kepolisian terluka. Meskipun begitu, pihak kepolisian juga menyatakan Abu Hamzah dibantu teman-temannya untuk merakit bom.
Korban Bertambah

Polri menyatakan petugas kepolisian yang terluka bertambah satu pada saat bom bunuh diri meledak di rumah terduga teroris Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, pada Rabu (13/3) dini hari.

Sebelumnya diketahui ada seorang petugas kepolisian dan satu warga yang terluka di bagian wajah dan tangannya saat ledakan pertama terjadi pada Selasa (12/3).

"Korban luka tambahan kemarin hanya satu anggota yang kepala kena serpihan bom," ujar Dedi.

Dengan bertambahnya satu korban luka, maka saat ini ada dua petugas kepolisian dan satu warga yang menjadi korban luka dalam peristiwa ledakan tersebut.

"Jadi [total] masyarakat yang kena satu, anggota kepolisian dua," jelas Dedi.
Ledakan terjadi dua kali saat penangkapan Abu Hamzah di kediamannya pada Selasa lalu. Saat ini yang bersangkutan diamankan oleh pihak kepolisian.

Sementara istri Abu Hamzah, MHS alias Solimah yang menolak menyerahkan diri akhirnya meledakkan diri bersama anaknya pada Rabu dini hari. Keduanya dipastikan meninggal dunia.
[Gambas:Video CNN] (ani/pmg)