Terduga Teroris di Klaten Terkait Jaringan Abu Hamzah

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 14:26 WIB
Terduga Teroris di Klaten Terkait Jaringan Abu Hamzah Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyebut terduga teroris di Klaten masih satu jaringan dengan terduga teroris di Lampung dan Sibolga. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri menyatakan terduga teroris Y alias Khodijah sudah merencanakan serangan atau amaliyah bersama terduga teroris asal Sibolga, Sumatera Utara, Abu Hamzah (AH). Dia ditangkap di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (14/3).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan amaliyah itu direncanakan dilakukan bersama terduga teroris yang sudah ditangkap sebelumnya, P, dan seorang lainnya yang masih dalam pengejaran, SH.

"Dia [Y] itu akan melakukan Amaliyah bersama AH. Jadi yang di Klaten berhubungan sama di Sibolga, AH juga. Kemudian dia akan melakukan amaliyah bersama AH kemudian P yang sudah ditangkap di Lampung, dan SH," jelas Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/3).


Dedi kemudian menjelaskan Y diketahui memerintahkan SH untuk mengunggah sebuah video yang berisi ancaman kepada anggota kepolisian.

"SH juga diperintahkan oleh saudari Y untuk mengunggah video yang berisi konten ancaman kepada anggota Polri yang sedang bertugas," ungkapnya.

Dengan ini kepolisian telah menyimpulkan jaringan teroris yang terhubung dengan AH ini bertambah dengan penemuan terduga teroris di Klaten.

"Mereka ini ialah kelompok satu jaringan, dari Lampung, Sibolga, dan Klaten," ujarnya.

Sebelumnya, dalam jaringan yang dinyatakan merupakan jaringan JAD terafiliasi ISIS ini, polisi telah menangkap teroris di Lampung yakni Ro yang ditangkap di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Penengahan Raya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Sabtu (9/3) malam.

Selain itu polisi juga menangkap AH, AK, dan ZP di Sibolga, Sumatera Utara pada Selasa (12/3). Sementara, isteri AH meledakkan diri saat hendak ditangkap.

[Gambas:Video CNN] (ani/arh)