Kesaksian: Begitu Pintu Dibuka, Istri Abu Hamzah Lempar Bom

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 18:22 WIB
Kesaksian: Begitu Pintu Dibuka, Istri Abu Hamzah Lempar Bom Istri Abu Hamzah meledakkan diri usai insiden ledakan bom di Sibolga yang melibatkan Abu Hamzah.(Foto: Detikcom/Abdi Somat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ledakan bom yang terjadi di Kabupaten Sibolga, Sumatera Utara pasa Selasa (12/3/2019) menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Naim, salah satu warga yang menjadi korban ledakan Sibolga, hanya bisa tergolek lemah saat menjalani perawatan di RSU Kota Sibolga.

Jarum infus tampak terpasang di tangan Naim. Tak hanya itu, perban masih terlihat menutupi luka di bagian leher dan kepala serta bagian dadanya. Di ruangan Melati itu, Naim ditemani sang istri dan anaknya.

Naim yang juga masih kerabat dekat Abu Hamzah mengatakan pada awalnya ia diberitahu warga bahwa rumah Abu Hamzah di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumut didatangi sejumlah polisi dan kepala lingkungan. Ia lantas menyusul ke rumah itu.


"Saya langsung ke sana, kebetulan rumah kami memang berdekatan. Di sana saya lihat sudah banyak polisi. Mereka menunggu di depan rumah itu," ucap Naim.

Setibanya di rumah Abu Hamzah, Naim sempat diminta oleh polisi untuk membujuk istri dari Abu Hamzah untuk menyerahkan diri. Namun, nahas begitu pintu dibuka, istri Abu Hamzah langsung melemparkan benda seperi pipa. Kemudian terjadi ledakan. Naim terpental ke jalan.

"Saat itu memang saya berada sangat dekat dengan posisi pintu. Ada seorang polisi juga di dekat saya. Ledakannya cukup keras, kami terpental ke jalan," ucap Naim.
Saat Pintu Dibuka, Istri Abu Hamzah Lemparkan BomWarga memilih beraktivitas di pinggir jalan usai insiden ledakan bom Sibolga. (Foto: Dok. Istimewa)

Akibat ledakan itu, Naim mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Serpihan kayu dan batu melukainya. Dalam keadaan luka, Naim dan sejumlah polisi berusaha menyelamatkan diri. Kemudian Naim dibawa ke rumah sakit.

"Saya berusaha menyelamatkan diri menjauhi ledakan. Saya lihat polisi yang berdiri di dekat saya tadi juga terpental. Kemudian saya dirawat di sini," urainya.

Sebelumnya, bom meledak di dekat kediaman Abu Hamzah alias Uppang saat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri berusaha meringkusnya, Selasa (12/3/2019) siang. Ledakan menyebabkan kepanikan. Sejumlah warga dan seorang petugas kepolisian juga terluka.

Pada Rabu (13/3/2019), istri dan dua anak Abu Hamzah meledakkan diri di rumah itu. Aksi bom bunuh diri tersebut dilakukan setelah aparat kepolisian dibantu tokoh agama setempat gagal melakukan negosiasi. Wanita tersebut menolak menyerahkan diri kepada petugas. Istri dari Abu Hamzah dan dua anaknya tewas.

DVI Mabes Polri dan Polda Sumut sudah berhasil masuk ke lokasi pasca terjadinya ledakan. Aparat kepolisian juga mengumpulkan potongan tubuh yang ditemukan di lokasi ledakan. Potongan tubuh itu dikumpulkan dalam dua kantong jenazah. Namun potongan tubuh itu belum berhasil diidentifikasi.

Seperti diketahui di Sibolga, Densus 88 meringkus tiga orang terduga teroris yakni AH (Abu Hamzah) alias Uppang, AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul. Lalu petugas menangkap R (perempuan) dari Kota Tanjungbalai dan M di Tapanuli Tengah. Petugas juga menemukan ratusan kilogram bahan baku peledak dari dua titik di Kota Sibolga. (Fnr)
(fnr/gil)