"Untuk mendukung pengembangan riset di Tanah Air, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran pada 2019 untuk dana abadi penelitian dengan jumlah hampir Rp1 triliun, sudah ada di APBN 2019, " tutur Yanuar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (18/3).
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin sebelumnya menjanjikan bakal menyediakan dana abadi untuk riset atau penelitian jika memenangkan Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi dananya sudah ada," ucap Yanuar.
Yanuar melanjutkan bahwa nantinya dana abadi penelitian akan dimulai dari angka Rp1 triliun. Kemudian, penambahan jumlah akan terus dilakukan seiring berjalannya waktu. Nominalnya pun tidak sedikit.
"Diharapkan dapat terus ditambah jumlahnya dalam 5 tahun ke depan hingga mencapai jumlah Rp50 triliun.
Yanuar mengatakan pemerintah benar-benar bertekad mengembangkan pendidikan dan penelitian. Dia memberi contoh dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Yanuar menyebut dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP saat ini sebesar Rp46,1 triliun. Dia mengatakan angka itu akan ditingkatkan pada akhir 2019 menjadi Rp66,1 T.
"Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan jumlah dana abadi pendidikan pada tahap awal ini hingga mencapai Rp100 triliun dalam jangka waktu 5 tahun ke depan," tutur Yanuar.
Sebelumnya, Ma'ruf Amin sempat menyinggung soal dana abadi riset dalam debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). Dia mengatakan dana abadi riset harus ada di samping dana abadi pendidikan dan kebudayaan.
"Kita sudah sepakat menyediakan dana abadi riset di samping dana abadi pendidikan, budaya dan abadi riset. Dengan berbagai upaya itu kami yakin riset kita akan berhasil memajukan negara ini dan menuju 10 years challenge," kata Maruf.
[Gambas:Video CNN] (pmg/bmw/pmg)