Kemendagri Akui E-KTP Belum Sempurna Jadi Kartu Multiguna

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 07:36 WIB
Kemendagri Akui E-KTP Belum Sempurna Jadi Kartu Multiguna Sejumlah massa pendukung Cawapres Sandiaga Uno menunjukkan e-ktp mereka masing-masing. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh menyatakan KTP elektronik (e-KTP) saat ini belum bisa diintegrasikan dengan kartu yang diterbitkan pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar atau Kartu BPJS Kesehatan atau Ketenagakerjaan.

E-KTP yang ada saat ini, jelasnya, masih dalam sistem yang belum sempurna. Oleh karena itu, pemerintah khususnya beberapa kementerian terkait masih menerbitkan kartu sendiri.

"Karena desain chipnya masih disempurnakan," kata Zudan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (18/3).


Meski demikian, Zudah menegaskan bahwa E-KTP memang dirancang untuk dijadikan kartu multifungsi. Fungsi bisa ditambah tanpa harus mencetak ulang kartu. Pemutakhiran ini pun tidak akan mengubah penampilan fisik KTP. Hanya tinggal menambah aplikasi dan ditambah kode tertentu.

Kemendagri Akui E-KTP Belum Sempurna Jadi Kartu MultigunaDirektur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Zudan mengatakan teknisi e-KTP sudah memikirkan hal tersebut jauh hari. Hanya saja, membutuhkan waktu untuk menyempurnakan sistem.

"Memang dirancang untuk multiguna. Sekarang kita sedang penyempurnaan terus bersama BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)," tutur Zudan.


Zudan tidak menyebut ada banyak kendala untuk merealisasikan e-KTP sebagai kartu multifungsi. Dia hanya mengatakan masalah yang masih perlu dihadapi adalah penyempurnaan sistem. Problem lain yakni menyatukan banyak pemangku kepentingan.

"Yang paling susah itu menurut saya adalah mengubah budaya. Budaya kita kan ingin banyak kartu. Masing-masing lembaga ingin menerbitkan kartu. gitu kan. Tetapi semangatnya sudah ada sejak dulu sejak desain awal," imbuh Zudan.

Sebelumnya, Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengatakan bakal menjadikan e-KTP sebagai kartu yang memiliki banyak fungsi.

Kemendagri Akui E-KTP Belum Sempurna Jadi Kartu MultigunaSandiaga Uno. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Menurut Sandi, lewat chip KTP dan bisa mengelola 'big data' dengan baik, maka semua fasilitas layanan baik tenaga kerja kesehatan, rumah, siap kerja, dan pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa terpantau.

"KTP ini yang akan menjadi kartu kami," tegas Sandi.

Sudah Miliki Dua Fungsi

Zudan mengatakan kartu e-KTP yang dimiliki masyarakat saat ini sebenarnya telah memilki dua fungsi. Pertama sebagai identitas lantaran memuat nomor induk kependudukan (NIK). Kedua, bisa digunakan untuk e-voting dalam pemilu.

Dulu, kata Zudan, e-KTP direncanakan bisa digunakan untuk e-voting dalam Pilkada Serentak 2018. Zudan mengakan sudah ada chip yang ditanam di e-KTP untuk menunjang e-voting. Namun, itu tidak jadi dilakukan meski e-KTP sudah bisa digunakan.

"Kita masih belum siap. Semuanya belum siap. Semuanya (e-KTP) untuk e-voting sudah bisa," imbuh Zudan.


Menurut Zudan, tidak mudah mengintegrasikan banyak kepentingan di satu kartu. Oleh karena itu, e-KTP belum bisa menjadi kartu yang berfungsi sebagai SIM atau ATM sekaligus sejak pertama kali diproduksi.

"Hanya kita pelan- pelan sambil merapikan sistemnya dengan baik. sistem ini kan belum sempurna juga. Terus kita sempurnakan. kapasitas juga diperbesar," lanjutnya.


[Gambas:Video CNN] (bmw/ain)