Polisi Buat Edaran soal Pembelian Bahan Peledak di Toko Kimia

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 08:29 WIB
Polisi Buat Edaran soal Pembelian Bahan Peledak di Toko Kimia Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi mengimbau kepada seluruh pemilik toko bahan kimia untuk melaporkan ke aparat apabila ada pihak yang membeli bahan peledak dalam jumlah banyak.

Imbauan itu sebagai langkah antisipasi menyusul penemuan 300 kilogram bahan peledak di rumah terduga teroris asal Sibolga, Sumatra Utara.

"Surat edaran sudah dikeluarkan setiap Polda, jadi kami minta toko kimia untuk menginformasikan jika ada kecurigaan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/3).


Dedi menyebut langkah itu diambil menyusul bahan peledak yang biasanya digunakan untuk membuat bom seperti potasium dan black powder banyak di jual di toko kimia.


Dedi menuturkan biasanya kelompok teroris tak membeli bahan peledak dalam jumlah banyak sekaligus. Dedi mengatakan mereka biasanya membeli sesuai kebutuhan dan dana yang dimiliki.

"Jadi beli satu kilogram, 10 kilogram, tergantung keuangan dan kebutuhan merakit bom," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menyebut terduga teroris di Sibolga, Sumatra Utara, memiliki bahan peledak hingga 300 kg. Bahan peledak itu disimpan rapi di tempat khusus yang disemen.

"Bahan peledak ditanam yang kemudian ditimpa dengan semen. Seluruh bahan peledak kini sudah diamankan Tim Gegana. Jadi kalau mereka bisa merakit dan meramu bahan-bahan yang ada, ada sekitar tiga ratus kilogram," kata Kapolda Sumatra Utara Inspektur Jenderal Agus Andrianto, Rabu (13/3) di Medan, Sumatra Utara.


Bahan peledak itu disimpan di rumah salah satu terduga teroris berinisial AK di Jalan Sisingamangaraja, Sibolga. Bahan peledak yang ditemukan itu pun sudah ada yang dirakit menjadi bom lontong.

"Bom yang ditemukan sudah siap rakit. Jadi sewaktu-waktu bisa langsung diledakkan oleh orang yang memegang pemicunya," kata Agus.

Selain itu, Tim Densus 88 juga sempat meledakkan sisa bom yang ditemukan di rumah Abu Hamzah, terduga teroris dari Sibolga. Daya ledak bom itu dinilai rendah. Namun ketika digunakan dalam jumlah besar sangat berbahaya.

Terkait bahan yang sudah dirakit, polisi menemukan sebanyak lima peti dan sudah dipasang dalam rompi.

[Gambas:Video CNN] (dis/pmg)