"Yakin akan menang 70 persen di Bengkulu," ujar Ma'ruf, saat menjadi narasumber dialog kerukunan antar umat beragama di Bengkulu, Rabu (20/3).
Lihat juga:Survei Alvara: Prabowo-Sandi Kuasai Sumatera |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dialog ini, Ma'ruf meminta warga Bengkulu dapat memilih pemimpin yang berahklak dan beragama. Ia juga meminta masyarakat tidak terpancing hoaks terkait pihaknya. Sebab, itu bertujuan untuk memecah belah persatuan bangsa.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Diketahui, sejumlah survei menunjukkan bahwa Jokowi-Ma'ruf lemah di wilayah Sumatera. Survei Alvara Research Center 22 Februari-2 Maret mengungkap Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat 40,2 persen suara di Sumatera, sedangkan Prabowo-Sandi meraih 46,3 persen.
Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) pada 8-14 Januari mengungkapkan Prabowo-Sandi mendapatkan 58,1 persen suara di Sumatera, sementara Jokowi-Ma'ruf hanya 32,7 persen.
Di Sumatera bagian selatan (Sumsel dan Lampung), Prabowo menang dengan suara 54,5 persen melawan 45,5 persen milik Jokowi.
Terpisah, Sandiaga Uno mengaku terharu atas keberanian sahabatnya, Erwin Aksa, yang terang-terangan mendukung dirinya di Pilpres 2019 ini. Padahal, partai asal Erwin, Partai Golkar, mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Politikus Partai Golkar Erwin Aksa (tengah) dipecat dari DPP Partai Golkar karena mendukung Prabowo-Sandiaga. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah) |
Sandi mengaku di banyak pengusaha dan politikus lain yang juga memberi dukungan untuk Prabowo-Sandi. Meski begitu, dirinya tak memaksa mereka untuk menyampaikannya secara langsung lantaran terbelenggu situasi dan status kepartaian.
"Sebetulnya banyak Erwin-Erwin lain yang ada di hatinya tapi terbelenggu dengan situasi dan kondisi di lapangan. Banyak Erwin lain di sekitar para pengusaha lain dan menaruh simpati," klaim dia.
[Gambas:Video CNN] (hry/tst)
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Politikus Partai Golkar Erwin Aksa (tengah) dipecat dari DPP Partai Golkar karena mendukung Prabowo-Sandiaga. (