Satgas Tinombala Baku Tembak dengan MIT, Tiga Teroris Tewas

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 21:41 WIB
Satgas Tinombala Baku Tembak dengan MIT, Tiga Teroris Tewas Ilustrasi. (Istockphoto/ra-photos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satgas Operasi Tinombala Poso terlibat baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Dusun Air Teh, Desa Marete, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Kamis (21/3) petang.

Dalam baku tembak yang terjadi sekitar pukul 17.00 Wita tersebut, tiga orang yang tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme di Poso itu dilaporkan tewas.

Tiga orang itu adalah Andi Muhamad alias Abdullah asal Makassar, Jaka Ramadhan alias Ikrima asal Banten, dan Alhaji Kaliki alias Ibrohim asal Ambon.



Belum ada konfirmasi resmi mengenai peristiwa ini dari otoritas Satgas Operasi Tinombala atau Polda Sulteng, namun sejumlah jurnalis dari Parigi yang menerima informasi kejadian ini, telah bergerak ke lokasi kontak tembak karena ada rencana evakuasi para korban dalam baku tembak tersebut.

Sebelumnya, dua hari lalu di Jakarta, Karopenas Polri Dedi Prasetyo mengatakan anggota MIT di bawah kepemimpinan Ali Kalora terpisah jadi dua bagian. Informasi tersebut, kata Dedi, didapatkan dari masyarakat.

"Jaringan teroris tersebut sempat mengancam warga untuk minta tambahan perbekalan beras kemudian juga jeriken berisi air dan kemudian meminta dibelikan garam, sepatu dan tas," kata Dedi Prasetyo, Rabu (19/3).

Kelompok Ali Kalora melakukan pelarian secara terpisah dan berpindah dari desa ke desa yang dianggap akan menerima kelompok bersenjata itu.

Dedi Prasetyo mengatakan pergerakan MIT semakin terpojok dan Satgas Tinombala terus melakukan penjajakan, pemantauan dan penggejaran.

Anggota kelompok MIT pimpinan Ali Kalora yang masuk dalam daftar DPO sendiri diduga terus menyusut dan tersisa 12 orang setelah seorang tertembak mati dan seorang tertangkap pada awal Maret 2019.

Senjata yang dimiliki kelompok itu tinggal satu senjata laras panjang yang dibawa Ali Kalora, serta dua senjata revolver yang dibawa anggota dalam pecahan kelompok enam orang.

Saat dipimpin Santoso pada 2012, anggota MIT berjumlah 40-an orang. Setelah Santoso tewas tertembak dalam kontak senjata pada 18 Juli 2016, Ali Kalora menggantikannya. Anggota, senjata dan perbekalannya diketahui terus menyusut.

(Antara/kid)