Asam Urat Ahmad Dhani Kambuh karena Tidur di Lantai Penjara

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 20:45 WIB
Asam Urat Ahmad Dhani Kambuh karena Tidur di Lantai Penjara Terdakwa Ahmad Dhani di dalam mobil tahanan usai vonis kasus ujaran kebencian di PN Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu kuasa hukum Ahmad Dhani Prasetyo, Sahid mengungkap keluhan kliennya yang mengalami sakit asam urat di Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dia mengatakan Dhani memang memiliki riwayat penyakit asam urat sejak lama. Namun di tahanan, penyakitnya itu kambuh lantaran ia harus menjalani penahanan dengan fasilitas seadanya.

"Memang Mas Dhani punya (riwayat) asam urat. Kemarin katanya, mungkin gara-gara tidur di lantai, mandi pakai air dingin, makannya ngawur, dan enggak sempat olahraga," kata Sahid, saat dikonfirmasi, Senin (25/3).


Sahid mengatakan saat ditemui pada Sabtu (23/3), Dhani mengaku mengalami nyeri. Kaki kanan politikus Gerindra itu juga tampak membengkak.


Bahkan, kata Sahid, untuk buang air kecil ke toilet tahanan, Dhani merasa kesulitan. Sebab untuk berjalan saja, kliennya itu sampai harus bersangga pada tongkat atau kruk.

"Sakitnya nyeri gitu kaki kanannya bengkak. Kemarin sempat enggak bisa bangun. Kencing itu enggak sampai kamar mandi. Jalan juga harus pakai bantuan kruk," kata Sahid.

Atas kambuhnya penyakit Dhani itu, Sahid pun terus berkoordinasi dengan tim medis Rutan Medaeng, untuk melakukan perawatan terhadap kliennya.

Jika diperlukan, pihak kuasa hukum Dhani juga akan mengajukan permohonan pembantaran, agar Dhani bisa memperoleh penahanan secara intensif di rumah sakit.

"Belum ada permohonan pembantaran. Kami masih menunggu. Kalau harus ada perawatan intensif kita siap ajukan permohonan pembantaran," kata dia.

Asam Urat Ahmad Dhani Kambuh Gara-gara Tidur di Lantai RutanTerdakwa pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot', Ahmad Dhani Prasetyo. (CNN Indonesia/Farid Miftah)
Sahid menyebut Dhani juga memiliki permintaan khusus jika penyakitnya itu tak kunjung membaik, yakni ia meminta untuk dirujuk ke RS National Hospital, Surabaya.

"Sekarang sudah agak mendingan cuma masih agak bengkak sebelah kanan. Kemarin sempat minta dibantarkan ke rumah sakit swasta, yang standarnya sama seperti RS Pondok Indah Jakarta," kata dia.

Sementara itu Kepala Rutan Klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Teguh Pambudi mengatakan kambuhnya penyakit Ahmad Dhani bukan disebabkan oleh makanan yang disediakan pihak Rutan.

Pasalnya, menurut Teguh pihaknya telah menyiapkan makanan yang lengkap dan sehat untuk penghuni Rutan.

"Ada daging, telur, sayur juga lengkap. Kita juga kasih kacang hijau," kata Teguh, Senin, (25/3).


Teguh mengatakan Dhani juga sempat diinfus dan meminta dirujuk ke rumah sakit swasta. Namun karena sakitnya telah membaik, hingga saat ini kuasa hukum belum mengajukan pembantaran bagi Dhani.

Dia mengatakan Dhani diinfus bukan karena kesehatannya drop total. Menurutnya hal itu lantaran beberapa obat memang baru bisa diberikan ke musisi Dewa 19 tersebut dengan infus.

"Kemarin diinfus itu cuma untuk memasukkan obat. Bukan yang benar-benar diinfus karena drop sekali. Itu juga diinfus cuma sekali. Saat ini sudah mendingan," kata Teguh.

Dia mengatakan pihak rutan akan mengizinkan pembantaran Dhani jika dokter rutan telah memberi rujukan. Sebab pemberian izin keluar rutan untuk pengobatan ada ketentuan khusus.

"Itu dilakukan kalau dokter rutan sudah menyatakan tidak sanggup baik dari peralatan medis maupun situasi dan kondisi di rutan," ujarnya.

Sebelumnya, saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (21/3) lalu, Dhani tampak berjalan dengan pincang ketika dikawal ketat jaksa dan anggota kepolisian.

Dia mengatakan kondisi kesehatannya menurun dan penyakit asam uratnya kambuh. "Ini iya, asam urat, sudah (diperiksa)," kata Dhani, menjawab pertanyaan awak media.


[Gambas:Video CNN] (frd/pmg)