OTT Bowo, KPK Sita Kardus Berisi Rupiah dan Dolar AS

CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 18:20 WIB
OTT Bowo, KPK Sita Kardus Berisi Rupiah dan Dolar AS Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut pihaknya menyita uang rupiah dan dolar AS dari OTT kasus pupuk. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita puluhan kardus berisi uang rupiah dan dolar AS dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan salah satu direksi PT Pupuk Indonesia Logistik.

"Dalam proses berjalan, KPK menemukan puluhan kardus berisi uang di salah satu lokasi di Jakarta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Kamis (28/3).

Ia menyatakan uang tersebut disita tim KPK karena diduga terkait dengan dugaan suap distribusi pupuk. Menurut Febri, pihaknya masih menghitung total uang yang disimpan dalam puluhan kardus tersebut.


"Uang-uang tersebut kami amankan karena diduga terkait dengan pokok perkara," ujarnya.

KPK akan menyampaikan hasil operasi senyap yang berlangsung kemarin sore sampai dini hari tadi malam nanti.

Sebelumnya KPK menangkap delapan orang lewat OTT kemarin sore hingga dini hari tadi. Delapan orang tersebut di antaranya Bowo Sidik, direksi PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Intermoda Transportasi.

Dari informasi sumber CNNIndonesia.com di KPK, para pihak yang ditangkap itu terkait jasa angkut pupuk PT Pupuk Indonesia oleh kapal milik PT Humpuss. Fee yang diterima para pihak dihitung per kilogram dari pupuk yang diangkut oleh kapal.

[Gambas:Video CNN] (fra/arh)