Kirim Surat ke KPK, Staf Ahli Menag Lukman Mangkir Panggilan

CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 18:45 WIB
Kirim Surat ke KPK, Staf Ahli Menag Lukman Mangkir Panggilan Staf Ahli Menag Lukman Hakim mangkir atas panggilan KPK di kasus jual beli jabatan Kemenag. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Staf Ahli Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Gugus Joko Waskito mangkir dalam panggilan pemeriksaan kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag). Gugus mengirim surat untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran memiliki agenda yang tak bisa ditinggalkan.

Sedianya Gugus akan diperiksa untuk tersangka mantan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy alias Romi.

"Saksi mengirimkan surat bahwa yang bersangkutan sedang ada pekerjaan. Minta dijadwalkan ulang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Rabu (28/3).


Febri mengatakan untuk tiga saksi lainnya, yakni Ketua DPW PPP Jawa Timur, Musyaffa Noer; Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Ahmadi; serta Ajudan Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Kholis, Zaky Zamany hadir memenuhi panggilan penyidik.


Menurut Febri, para saksi yang hadir itu dikorek keterangan terkait proses selesai pejabat tinggi di Kemenag. Mereka bertiga diperiksa sebagai saksi Romi, salah satu tersangka jual beli jabatan di Kemenag.

"Informasi terkait proses seleksi pejabat tinggi Kementerian Agama beserta alur dokumen terkait seleksi jabatan tersebut," ujarnya.

KPK berhasil membongkar praktik dugaan jual beli jabatan di Kemenag. KPK kemudian menetapkan Romi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin sebagai tersangka.


Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Penyidik KPK juga telah menggeledah sejumlah ruangan di Kemenag terkait kasus tersebut. Ruangan yang digeledah di antaranya, ruang kerja Menag Lukmah Hakim, ruang kerja Sekjen Kemenag Nur Kholis, dan ruang kerja Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Ahmadi.

Dalam penggeledahan itu, tim penyidik KPK menyita uang ratusan juta rupiah dari ruang kerja Lukman. Lembaga antikorupsi memastikan uang dalam pecahan rupiah dan dolar AS itu bukan honor milik Lukman, yang juga kader PPP.

[Gambas:Video CNN] (fra/DAL)