Menurut dia, Prabowo-Sandi akan mempercepat penerapan teknologi ke pemerintahan bila kelak menjadi pasangan presiden dan wakil presiden terpilih. Dia pun menyebut seharusnya konsep-konsep e-Goverment tak sekadar dijadikan jargon oleh pemerintah.
"Konsep-konsep smart government seperti smart city jangan hanya jadi jargon," kata Dian dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga, lanjut Dian, pemantapan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk menyelaraskan pemerintah, warga negara, dan dunia usaha di semua sektor kehidupan seperti politik dan pemerintahan, keadilan dan hak asasi manusia (HAM), serta kemajuan dan inovasi bisa terwujud.
"Bidang-bidang tersebut saling terkait dan menguatkan sebagai bagian-bagian yang akan menyatukan NKRI," ujar politikus PAN ini.
"Peningkatan layanan kesehatan, misalnya, tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab birokrasi kesehatan tetapi harus mengajak dan melibatkan semua warga," ucapnya.
Untuk diketahui capres petahana Joko Widodo dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3) lalu mengatakan pihaknya terus berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan birokrasi jika kembali terpilih.
Jokowi menyebut istilah pemerintahan 'dilan' diperlukan bagi rakyat. Jokowi mengatakan, reformasi dalam pelayanan publik akan terus dilakukan. Salah satunya dengan pelayanan berbasis elektronik.
"Di bidang pemerintahan, ke depan diperlukan pemerintahan dilan, digital melayani," kata Jokowi di Debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3). (mts/osc)