Komnas HAM Sayangkan Isu Palestina Tak Disinggung Saat Debat

CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 02:26 WIB
Komnas HAM Sayangkan Isu Palestina Tak Disinggung Saat Debat Komisioner Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menyayangkan konflik Palestina dan Timur Tengah tak disinggung dalam debat calon presiden keempat, Sabtu (30/3). Menurutnya persoalan Palestina dan Timur Tengah sangat penting karena ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) berada di sana.

Menurut Taufan, itu penting. Dia menegaskan bahwa negara demokrasi harus selalu berlandaskan HAM dalam menjalankan pemerintahan. Dengan begitu, negara demokrasi pun mesti peka terhadap pelanggaran HAM di luar negeri, seperti persoalan konflik Palestina.

"Bagaimana sikap kita? Apa yang akan dilakukan? Peran apa yang mau kita mainkan melalui Dewan Keamanan PBB dalam konteks pelanggaran HAM internasional," kata Taufan di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (1/4). 


Taufan mengatakan ada satu juta lebih WNI di Arab Saudi, sekitar 100 ribu lebih di Qatar, dan lebih besar lagi di Malaysia serta Hong Kong. Namun, kata Taufan, kedua capres tidak menjelaskan apa yang akan dilakukan untuk melindungi mereka. 

"Itu tidak dijabarkan secara rinci apa yang mau dilakukan. Padahal begitu banyak WNI yang berada dan bekerja di luar negeri," ucap Taufan. 
Meski menyayangkan isu tersebut tak disinggung, Taufan menilai ada pertanyaan bagus yang muncul saat debat capres keempat berlangsung Sabtu lalu (30/3). Pertanyaan yang dimaksud yakni perihal pelanggaran HAM di Rakhine State, Myanmar terhadap etnis Rohingya. 

Capres nomor urut 01 Joko Widodo meminta pendapat Prabowo Subianto mengenai pelanggaran HAM di Rakhine State, Myanmar. Jokowi melakukan itu saat sesi debat capres keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/1). 

"Dalam debat itu, sebenarnya sudah mulai dipancing ketika ada pertanyaan Rohingya. Ini pertanyaan besar bagi seluruh bangsa bangsa terutama di ASEAN juga di OKI ya," kata Taufan.
Taufan seolah memuji ketika ada peserta debat yang melontarkan pertanyaan demikian. Terutama karena berkenaan dengan HAM. 

Meski begitu, Taufan tidak memuji Jokowi secara gamblang selaku pelontar pertanyaan dalam debat capres. Dia hanya mengatakan bahwa pertanyaan soal etnis Rohingya , Myanmar adalah sesuatu yang penting. 

Taufan kemudian menyayangkan ketika kedua capres tidak menjelaskan rinci visi dan misi masing - masing bagaimana menjalin hubungan internasional. Misalnya, terkait sikap yang akan dilakukan jika ada pelanggaran - pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai belahan dunia. 
[Gambas:Video CNN] (bmw/ugo)