Menurut Taufan, itu penting. Dia menegaskan bahwa negara demokrasi harus selalu berlandaskan HAM dalam menjalankan pemerintahan. Dengan begitu, negara demokrasi pun mesti peka terhadap pelanggaran HAM di luar negeri, seperti persoalan konflik Palestina.
"Bagaimana sikap kita? Apa yang akan dilakukan? Peran apa yang mau kita mainkan melalui Dewan Keamanan PBB dalam konteks pelanggaran HAM internasional," kata Taufan di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tidak dijabarkan secara rinci apa yang mau dilakukan. Padahal begitu banyak WNI yang berada dan bekerja di luar negeri," ucap Taufan.
Lihat juga:TKN Sindir Emosi Prabowo di Debat Capres |
"Dalam debat itu, sebenarnya sudah mulai dipancing ketika ada pertanyaan Rohingya. Ini pertanyaan besar bagi seluruh bangsa bangsa terutama di ASEAN juga di OKI ya," kata Taufan.
Meski begitu, Taufan tidak memuji Jokowi secara gamblang selaku pelontar pertanyaan dalam debat capres. Dia hanya mengatakan bahwa pertanyaan soal etnis Rohingya , Myanmar adalah sesuatu yang penting.
Taufan kemudian menyayangkan ketika kedua capres tidak menjelaskan rinci visi dan misi masing - masing bagaimana menjalin hubungan internasional. Misalnya, terkait sikap yang akan dilakukan jika ada pelanggaran - pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai belahan dunia.
[Gambas:Video CNN] (bmw)