KPK Bantah Novel Baswedan Berafiliasi dengan Gerindra

CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 07:00 WIB
KPK Bantah Novel Baswedan Berafiliasi dengan Gerindra Juru bicara KPK Febri Diansyah. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah penyidik senior mereka, Novel Baswedan berafiliasi dengan Partai Gerindra. Hal ini tak lepas dari rumor Novel masuk bursa calon Jaksa Agung jika Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memenangkan Pilpres 2019.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menegaskan bahwa tak satu pun di KPK punya hubungan dengan kelompok politik mana pun. Baik unsur pimpinan sampai pegawainya 'bersih' dari keterlibatan dengan partai politik.

"KPK mulai dari unsur pimpinan sampai pada unsur pegawai memastikan tidak akan terkait pada kelompok politik praktis mana pun," ujar Febri saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Senin (1/4).


Febri berharap pihaknya ditempatkan sebagai lembaga independen. Terlebih menurutnya, Novel sendiri sudah membantah langsung rumor tak sedap tersebut.

"Jangan tarik KPK ke isu politik praktis karena itu hanya akan merugikan upaya pemberantasan korupsi kita," imbuhnya.
KPK Bantah Novel Baswedan Berafiliasi dengan GerindraAktivis berdemo mempertanyakan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang tak kunjung terungkap. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Febri justru mengingatkan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel sudah berusia hampir dua tahun. Selama itu pula, pelaku yang melukai kedua mata Novel tak ditemukan.

Kasus ini yang jauh lebih penting ketimbang menarik-narik KPK ke dalam politik praktis.

"Ini yang lebih penting diupayakan agar teror-teror terhadap penegak hukum tersebut tidak kemudian ditutupi oleh isu-isu yang tidak substansial," pungkas Febri.

Baru-baru ini beredar rumor bahwa Novel diklaim sebagai 'orang' Gerindra. Belum lama juga, nama Novel Baswedan disebut oleh petinggi Gerindra masuk radar capres nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk dijadikan sebagai Jaksa Agung.

Andre Rosiade, juru bicara BPN Prabowo-Sandi menyebut Novel bersanding dengan nama-nama beken yang pernah menukangi KPK seperti Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto sebagai calon Jaksa Agung jika Prabowo terpilih sebagai presiden.

(bin/osc)