Jokowi: Jangan Menakuti Rakyat

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 04:11 WIB
Jokowi berharap pesta demokrasi dirayakan dengan kegembiraan dan bukan menakut-nakuti rakyat. Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo meminta tidak ada pihak yang menakuti rakyat dalam pesta demokrasi. 

"Jangan menekan dengan menakut-nakuti rakyat, menakut-nakuti pemerintah, semua ada mekanismenya," kata Joko Widodo usai menghadiri kampanye di gedung Aimas Convention Centre, Sorong, Papua Barat, seperti dikutip Antara, Senin (1/4).

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais mengatakan Apel Siaga Umat 313 Minggu (31/3), dilakukan untuk mencegah kecurangan pemilu. Ia bahkan mengatakan akan menggerakkan massa bila terjadi kecurangan.
Dia mengatakan ancaman soal pengerahan massa itu akan dilakukan jika tim kampanye Prabowo menemukan bukti kecurangan pemilu secara sistematik, terukur dan masif. Namun dia berharap kecurangan itu tidak terjadi.


Amien juga mengimbau kepada kubu calon presiden petahana Joko Widodo maupun pemerintah untuk ikut menekan kecurangan pemilu. 

Jokowi meminta agar masyarakat melaporkan ke pihak berwenang bila menemukan indikasi pelanggaran atau kecurangan.

"Semua ada undang-undangnya, ada aturan hukumnya, kalau dianggap atau mendengar ada kecurangan, silakan laporkan ke Bawaslu, kan ada mekanismenya. Pemilunya saja belum, kok sudah teriak seperti itu," tambah Jokowi.
Jokowi mengatakan pesta demokrasi lima tahun harus dihadapi dengan gembira.

"Kalau ada kecurangan silakan laporkan ke Bawaslu, kalau ada unsur pidana laporkan ke polisi, mekanismenya kan begitu, ini demokrasi, harusnya senang, gembira, jangan menakut-nakuti orang yang sedang gembira, kata Jokowi.
[Gambas:Video CNN] (ugo)