Polisi Terapkan Pengamanan Maksimal Kampanye Prabowo di DIY

CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 09:23 WIB
Polisi Terapkan Pengamanan Maksimal Kampanye Prabowo di DIY Kepolisian Daerah Yogyakarta akan melakukan pengamanan maksimal dalam kampanye Prabowo Subianto di Kota Pelajar itu, Senin (8/4). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi melakukan pengamanan maksimal dalam acara kampanye Prabowo Subianto di Yogayakarta, Senin (8/4), usai terjadi bentrok antara simpatisan PDI Perjuangan dan massa di depan markas Front Pembela Islam (FPI) di Sleman, kemarin.

"Pengamanan maksimal sesuai rencana operasi," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY, Ajun Komisaris Besar Yulianto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (8/4).

Kampanye terbuka Prabowo di Yogyakarta digelar di Stadion Kridosono. Sebelum berkampanye Prabowo dijadwalkan bertemu dengan budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.


Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso dan Rachmawati Soekarnoputri akan mendampingi Prabowo selama di Yogyakarta.

Sehari sebelumnya terjadi bentrokan antara simpatisan PDI Perjuangan dengan massa di depan markas FPI Yogyakarta.

Kericuhan terjadi diduga dekat markas FPI di sebuah gang kawasan Padukuhan Ngaran, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman.

Kericuhan diduga karena saling ejek. Aksi lempar batu mewarnai kericuhan itu sehingga merusak sebuah mobil. Namun tak ada korban jiwa akibat kericuhan.

"Peristiwa [saling lempar] berakhir cepat, tidak sampai 10 menit. Berhenti setelah bantuan [petugas] dari sekitar tiba," kata Yulianto.

Yulianto mengatakan pengamanan akan dilakukan tak hanya kepada Prabowo selaku pihak yang berkampanye. Melainkan juga kepada warga sekitar daerah yang dilalui saat kampanye.

Selain itu Yulianto mengatakan pihaknya telah mengerahkan sekitar 6.000 personel kepolisian sebagai bagian dari pengamanan pemilu operasi Mantap Brata.

"Sekitar 6000-an, keseluruhan di segenap titik. Kalau untuk di lokasi kampanye saya tidak bisa menyebutkan, kata Yulianto.


(kid/wis)