"Saya cek berapa sih tiket sebelum pemilu yang telah terjual untuk ke luar negeri, ternyata cukup banyak," ujar Wiranto di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Wiranto menuturkan angka pembelian tiket keluar negeri yang tinggi dipengaruhi oleh hoaks bahwa pemilu kali ini akan terjadi kerusuhan.
Pihaknya, kata dia, bersama aparat dan penyelenggara pemilu juga telah mendata kerawanan di setiap daerah sejak enam bulan sebelum pemilu.
"Lancar, saya kira sudah. Karena kelancaran ini ditunjang oleh penyelenggara pemilu yang telah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik," ujarnya.
Suksesi menurut Wiranto diperlukan karena Indonesia diramalkan sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia dalam beberapa tahun ke depan.
"Suksesi itu sustainable, kesinambungan. Maka apa yang sudah kita capai sekarang mudah-mudahan ke depan ada kesinambungan. Jangan kita set back lagi," ujar Wiranto.
Netralisir
Wiranto mengklaim sejumlah masyarakat telah membatalkan pembelian tiket ke luar negeri. Hal itu dilakukan setelah pemerintah gencar menjelaskan soal hoaks bahwa pemilu kali ini akan berjalan tidak aman.
"Sudah kami netralisir, sudah banyak yang membatalkan. Sebelum ada suatu penjelasan yang terus menerus kami sampaikan ke publik memang mereka termakan hoaks," ujar Wiranto.
"Jangan ada golongan putih. Golput itu sebenarnya merugikan diri sendiri dan negara," ujarnya. (jps/wis)