Peneliti CSIS Puspa Delima Amri mengatakan hanya 1,6 persen responden yang mengatakan isu kerusakan lingkungan merupakan hal yang penting. Responden lebih memilih isu harga sembako (23 persen) isu kemiskinan (19 persen) dan isu lapangan pekerjaan (14 persen).
Survei tersebut dilakukan CSIS pada Maret 2019. Survei menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel 1.960 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multstage random sampling) mewakili 34 provinsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama Ketua Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri mengatakan dari 1,6 persen responden tersebut, 63,6 persen mengatakan akan memilih calon petahana Joko Widodo.
Mayoritas yang Peduli Lingkungan Pilih Jokowi
Yose mengatakan dari 1,6 persen responden yang menganggap penting isu kerusakan lingkungan, mayoritas responden mengatakan program pemerintah di bidang lingkungan hidup sudah berhasil.
"57,2 persen bilang pemerintah berhasil terkait kinerja pemerintah nasional di program pelestarian alam dan lingkungan hidup. 34 persen bilang tidak berhasil," ujar Yose.
Yose mengatakan dari angka 57,2 persen tersebut, 71 persen mengatakan akan memilih calon petahana. Sementara 23 persen bilang akan memilih oposisi.
Yose mengatakan memang ada korelasi positif antara persepsi lingkungan hidup dengan preferensi politik. Akan tetapi, korelasi ini kurang berdampak karena hanya sedikit orang yang menganggap penting isu lingkungan hidup.
"Kelihatan memang ada korelasi positif antara keberhasilan dari pasangan calon dengan voting behavior. Akan tetapi memang masih lemah dan kurang berdampak," kata Yose.