Di Sukabumi, Jokowi Janjikan Bandara dan Tol Bocimi

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 19:49 WIB
Di Sukabumi, Jokowi Janjikan Bandara dan Tol Bocimi Capres nomor urut 01 Joko Widodo saat menggelar kampanye terbuka di Gedung Bazul Asyhab, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/4). (Dok. Istimewa TKN Jokowi-Ma'ruf)
Sukabumi, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menjanjikan akan melanjutkan pembangunan Bandara di Sukabumi, Jawa Barat, bila terpilih di Pilpres 2019.

Hal itu ia sampaikan saat menggelar kampanye terbuka di Gedung Bazul Asyhab, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/4).

Tak hanya itu, Jokowi turut menjanjikan melanjutkan pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) rampung pada tahun 2021 serta pembangunan jalur kereta api rel ganda hingga Sukabumi.


"Kita mulai Airport Sukabumi. Kita harapkan dengan airport, double track, tolnya, ekonomi Sukabumi bisa berkembang," kata Jokowi.

Diketahui, seksi I Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sendiri telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2018 silam. Ruas Tol Bocimi Seksi 1 telah menghubungkan Ciawi hingga Cigombong sepanjang 15,3 kilometer (Km).

Jalan Tol Bocimi dengan total panjang 54 km terdiri dari empat seksi dan ditargetkan seluruhnya rampung pada tahun 2021.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu turut menyebutkan pembangunan bahwa bandara di Sukabumi akan mulai dilakukan pada tahun 2019 ini.

Jokowi berharap berbagai infrastruktur yang akan dibangun itu dapat mengembangkan perekonomian hingga menggeliatkan bisnis pariwisata di Sukabumi.

"Jadi pariwisata berkembang baik sehingga masyarakat bisa berdagang berjualan suvenir handcraft, hingga kesempatan kerja terbuka, jadi concern saya Bocimi, double track, airport segera dimulai," kata dia.

Jokowi turut menyebutkan akan melanjutkan program dana desa dan program sertifikasi tanah bagi masyarakat bila terpilih di Pilpres.

Untuk program sertifikasi tanah sendiri, kata dia, digenjot pemerintah untuk memberi kepastian terhadap hak atas tanah oleh masyarakat.

"Sebelum 2025 seluruh lahan di Indonesia pegang sertifikat," kata Jokowi.

[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)