Diperiksa KPK, Staf Ahli Menag Klaim Tak Pernah Bertemu Romi

CNN Indonesia | Kamis, 11/04/2019 22:10 WIB
Diperiksa KPK, Staf Ahli Menag Klaim Tak Pernah Bertemu Romi Staf Ahli Menteri Agama, Janedri, mengklaim belum pernah bertemu dengan tersangka kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Staf Ahli Menteri Agama, Janedri, mengklaim belum pernah bertemu dengan tersangka kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy.

"Saya tidak pernah bertemu dengan RMY (Romi) di Kementerian Agama. Saya tidak pernah bertemu dengan beliau selama ini. Saya baru ya di Kementerian Agama," ucap Janedri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/4).
Janedri mengaku dirinya tak tahu soal dugaan komunikasi antara Romi dengan atasannya, Lukman Hakim.

Kendati benar ada komunikasi antara Romi dan Lukman, Janedri merasa hal tersebut bukan hal yang aneh mengingat keduanya tergabung dalam satu partai.


"Kalau berkomunikasi saya rasa hal yang wajar kan, karena hubungannya kan antara ketua umum dan ketua dewan pakar," katanya.
Janedri memenuhi panggilan penyidik KPK guna memberikan keterangan sebagai saksi untuk tersangka Romi dalam kasus dugaan jual beli jabatan di Kemenag. Ia meninggalkan gedung setelah menjalani pemeriksaan selama enam jam.

Mantan Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut tak ada kesulitan berarti selama memberikan kesaksian. Janedri pun bicara seperlunya ketika awak media bertanya kepadanya.

"Materi pemeriksaan saya sudah saya sampaikan semuanya. Apa yang saya lihat, apa yang saya ketahui, dan apa yang saya alami.  Itu semua yang saya sampaikan itu semua yang saya sampaikan kepada penyidik KPK," ujar Janedri.
Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan pemeriksaan Janedri sebagai saksi terkait dengan seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Penyidik menggali informasi dari Janedri mengenai salah satu tersangka, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS).

"Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait upaya HRS menemui Menteri Agama," kata Febri. (bin/has)