Keberadaan purnawirawan itu pun dinilai sarat kepentingan. Misalnya makin suramnya penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu, siapapun presidennya.
KontraS mencatat ada 9 dari 27 purnawirawan yang kini di belakang Jokowi-Ma'ruf punya rekam jejak bermasalah di kasus HAM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa kasus yang melibatkan para purnawirawan TNI tersebut bahkan belum diadili secara hukum," kata dia.
KontraS menilai keberadaan para purnawirawan pada posisi yang sangat dekat dengan pucuk kekuasaan negara berpotesi memberikan pengaruh buruk terhadap upaya penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM berat, terutama melalui mekanisme peradilan.
Kepala Kampanye JATAM Melky Nahar menyebut para eks jenderal itu diduga menjadikan ajang pemilu ini sebagai pintu masuk dalam perebutan kepentingan di bisnis tambang dan energi.
Keterlibatan eks jenderal TNI dan Polri ini, terutama posisi mereka yang sangat strategis di beberapa perusahaan juga sarat akan kepentingan keamanan untuk menekan resistensi masyarakat lokal yang melawan.
"Apalagi beberapa di antaranya menjadi bagian terpenting dari kekuasaan hari ini," kata Melky. (bin/osc)