Warga Bandung Terdampak Banjir Dijemput Perahu ke TPS

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 14:56 WIB
Warga Bandung Terdampak Banjir Dijemput Perahu ke TPS Warga memberikan hak suaranya di TPS 16 yang terdampak banjir di Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah daerah terpaksa harus melakukan pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) di tengah genangan banjir. Banjir, antara lain terjadi di sejumlah kecamatan di Bandung, Jambi, dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengatakan dia bersama personelnya telah mengerahkan sejumlah perahu untuk mengantar warga terdampak banjir yang ingin pergi ke TPS. Di Bandung, banjir terjadi di kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.

"Sekarang kami akan menjemput para pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya ke TPS yang aksesnya memang terendam banjir," kata Indra dalam video yang dirilis Twitter Polres Bandung.


Dalam video tersebut Indra bersama sejumlah personelnya terlihat menaiki perahu berkeliling kawasan banjir untuk mencari warga yang kesulitan menuju TPS.



Sebelumnya Indra mengatakan sedikitnya 1.861 personel akan mengamankan sebanyak 31 kecamatan yang menjadi titik pengamanan selama pemilu, termasuk wilayah rawan banjir.

Meski terkendala cuaca, Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil menegaskan proses pencoblosan di beberapa wilayah rawan banjir berjalan lancar. Banjir, menurutnya, tidak mengurangi tingkat partisipasi masyarakat untuk mencoblos.

Pria yang kerap disapa Emil itu mengatakan lebih dari 200 TPS di Kabupaten Bandung juga telah direlokasi ke tempat lain karena banjir belum surut.

"Di TPS 136 partisipasi sudah di atas 70 persen. Warga datang kesini ada yang lewat darat, ada yang menggunakan jemputan khusus daerah, jemputan dengan perahu mesin," kata Emil saat meninjau TPS 136, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, seperti dilansir Antara.

Selain Bandung, banjir juga terjadi Desa Cukan Lipai dan Desa Banua Rantau, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Akibat banjir, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) harus memindahkan TPS ke tempat yang lebih tinggi.

"Ditunggu hingga Rabu pagi, ternyata genangan air yang tingginya kurang lebih 20 sentimeter masih bertahan di TPS 1 dan TPS 2 Desa Cukan Lipai, sehingga tidak memungkinkan dilakukan proses pemilihan di tempat tersebut," kata Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) BAS, Syaiful Rahman.

"Pagi harinya, jajaran KPPS langsung memindahkan tenda-tenda yang kebanjiran tersebut ke halaman rumah warga di dataran yang lebih tinggi."

Syaiful memastikan alat logistik dan keperluan pemilu tidak terganggu apalagi rusak akibat banjir.


Banjir juga membuat pemungutan suara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi sempat molor. TPS di lapas tersebut sempat tergenang air akibat hujan deras yang mengguyur kota tersebut malam sebelumnya.

Meski sempat molor, Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Yusran, menuturkan pencoblosan tetap berjalan.

Sebanyak lima TPS di dalam lapas tersebut akan menampung 618 pemilih yang terdiri dari para napi dan staf lapas.

[Gambas:Video CNN]

Selain banjir, surat suara di lapas tersebut juga kurang. Yusran mengatakan surat suara hanya tersedia bagi 14 pemilih tetap (DPT), sementara para pemilih tambahan (DPTb) tak mendapat surat suara.

Surat suara kurang, yang ada surat suaranya hanya di DPT sebanyak 14 orang. Sedangkan DPTb belum ada surat suaranya," kata Yusran.

Dia mengatakan, saat ini telah berkoordinasi dengan KPU Kota Jambi terkait dengan kekurangan tersebut. (rds/agi)