Buntut Penembakan Saat Pencoblosan, Brimob Terjun ke Sampang

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 16:20 WIB
Buntut Penembakan Saat Pencoblosan, Brimob Terjun ke Sampang Ilustrasi pasukan brimob. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan Brimob Polda Jatim ke lokasi penembakan di Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 berlangsung, Rabu.

"Mereka (Brimob) kami gerakkan ke lokasi untuk menetralisisasi keadaan dan membubarkan dua kelompok massa yang sedang bertikai," kata Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman di Sampang, Rabu (17/4) petang seperti dikutip dari Antara.

Budhi menerangkan kasus penembakan ini terjadi, akibat rebutan menjadi saksi dalam proses pemungutan suara Pemilu 2019 hari ini. Korban yang tertembak bernama Mansur. Ia menderita luka pada bagian tangan sebelah kiri.


Budhi mengatakan kejadian ini berlangsung sekitar pukul 09.45 WIB di TPS 7 Dusun Tapaan Tengah, Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Sampang.


Saat itu, ada kelompok massa yang dipimpin Muara berencana mengambil mandat saksi dari Caleg Hanura Dapil IV bernama Farfar. Namun tindakan Muara tersebut, langsung memicu aksi protes dan perlawanan dari Widjan. Widjan adalah Kades Ketapang Daya yang sebelumnya diserahi mandat untuk menjadi saksi caleg tersebut.

Akibatnya, bentrok dua kelompok massa itu pun terjadi. Kelompok massa Widjan membawa senjata tajam (sajam), sementara itu di kubu lain ada yang membawa sajam dan senjata api.

"Dan bentrokan ini juga mengakibatkan jatuhnya korban. Salah satunya Mansur. Diketahui, Mansur merupakan massa dari pihak Widjan," kata kapolres, menjelaskan.

Saat bentrok berlangsung, Mansur tertembak di bagian tangan sebelah kiri. Petugas langsung membawa korban ke Rumah Sakit Ketapang untuk mendapatkan perawatan.

Budhi Wardiman mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku penembakan bernama Muara, warga Banyuates.

"Si Muara ini melakukan penembakan beberapa kali ke massa Widjan dan mengenai korban yang bernama Mansur ini," kata Budhi.

Saat ini, sambung sang kapolres, polisi juga menyita selongsong peluru sebanyak 6 buah dan 4 proyektil peluru. Barang bukti ini diamankan di Mapolres Sampang.

Menanggapi kerusuhan itu, Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif menyatakan meski sempat terganggu kasus penembakan itu pelaksanaan pemungutan suara di TPS 7 tetap berlanjut.

"Laporan dari pihak PPK Banyuates berlanjut," kata Syamsul yang saat dihubungi Antara sedang berada dalam sebuah pertemuan membahas kasus itu bersama aparat keamanan.

Ia juga menjelaskan, pengamanan oleh aparat kepolisian dan TNI di Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates diperketat untuk mengantisipasi bentrok susulan.


[Gambas:Video CNN] (Antara/kid)