Denny JA: Pawai Akbar Tak Pengaruh Besar ke Suara Prabowo

CNN Indonesia | Kamis, 18/04/2019 06:38 WIB
Denny JA: Pawai Akbar Tak Pengaruh Besar ke Suara Prabowo Massa mengikuti aksi reuni 212 di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, 2 Desember 2018. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah lembaga survei yang melakukan quick count atau hitung cepat hasil Pilpres 2019 menyatakan paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin lebih unggul atas pesaingnya.

Salah satunya Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan Jokowi-Maruf unggul dengan 55,65 persen suara. Sedangkan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 44,35 persen. Itu adalah hasil quick count LSI Denny JA per pukul 18.22 WIB yang telah mengumpulkan 98,50 persen suara.

Berkaca dari hasil quick count tersebut, pendiri LSI, Denny JA mengatakan pada akhirnya pawai akbar yang digiatkan para pendukung Prabowo-Sandi tak begitu memengaruhi hasil pemilu.


"Pawai akbar, yang minta ampun melimpah enggak menggambarkan apa-apa. Walaupun pawai akbar melimpah di kubu Prabowo, dan enggak memenangkan Prabowo. Silent minority yang justru bersembunyi," demikian analisis Denny JA yang disampaikan dalam jumpa pers, Jakarta, Rabu (17/4).


Denny mengatakan demikian karena dari klaim pawai akbar yang misalnya paling banyak dua juta orang disertai aneka keriuhan massa itu hanya sebagian kecil dari jumlah pemilik hak pilih yang mencapai sekitar 192 juta orang tersebut.

"Riuh rendah itu, menang kalahnya lihat silent majority, wong cilik itu sekitar 50 persen dari populasi atau 100 juta orang. Silent majority lima kali lipat dari pawai akbar," kata Denny.

Denny pun mengakui selama sejarah pemilu pascareformasi, jumlah massa aksi 212 terbilang cukup menakjubkan. Apalagi, sambungnya, bila melihat militansi massa yang hadir serta tertib. Namun, sambung dia, itu justru memengaruhi pada elektabilitas Prabowo-Sandi.

"Bahwa itu besar, tapi efek elektabilitasnya bisa merugikan Prabowo-Sandi. Habib Rizieq (Imam Besar FPI) dukung Prabowo-Sandi, terbuka lagi mata, perilaku memilih. Prabowo-Sandi besar di kalangan Islam yang afiliasi pada FPI, PKS, dan komunitas yang sering dilabeli. Tapi, minoritas pergi berbondong-bondong dari Prabowo," tutur Denny.

Secara keseluruhan, LSI Denny JA mengklaim publik puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi dalam empat tahun terakhir. Sebanyak 69,5 persen menyatakan tingkat kepuasannya, 25,6 persen tidak puas, dan 4,9 persen tidak tahu.

LSI Denny JA menggunakan 2.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai sampel penghitungan quick count. TPS dipilih secara acak dan tersebar di seluruh provinsi.


Selain LSI Denny JA, empat lembaga survei yang melakukan quick count dan sudah terkumpul lebih dari 75 persen menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandi.

Indo Barometer per pukul 21.08 WIB (terkumpul 96 persen) menyatakan Jokowi unggul 54,34 persen sementara itu Prabowo-Sandi mendapatkan 45,66 persen suara. Litbang Kompas pada waktu yang sama telah mengumpulkan 91,85 persen dan menemukan 54,58 persen suara untuk Jokowi-Ma'ruf, sedangkan untuk Prabowo-Sandi adalah 45,42 persen.

Kemudian Media Survei Nasional (Median) telah mengumpulkan 68,12 persen per waktu yang sama. Median menyatakan Jokowi unggul 54,12 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 45,88 persen. Dan KedaiKopi yang baru mengumpulkan 75,15 persen pada waktu yang sama mendapati Jokowi-Ma'ruf unggul 52,21 persen dan Prabowo-Sandi mendapat 45,48 persen.


Cek hasil hitung cepat Pemilu Legislatif 2019 pada tautan berikut: https://www.cnnindonesia.com/pemilu2019/quickcount/pileg

[Gambas:Video CNN] (aud/kid)