PSI Keok di Pemilu, Tsamara Mengaku Perjuangan Tak Sia-sia

CNN Indonesia | Kamis, 18/04/2019 13:01 WIB
PSI Keok di Pemilu, Tsamara Mengaku Perjuangan Tak Sia-sia Tsamara Amany terkenal sebagai politikus muda yang memiliki jabatan di DPP PSI. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas menerima hasil perhitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga survei atas Pemilu 2019 menyatakan pihaknya tak menembus ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

Meski begitu, Tsamara menegaskan perjuangan tak akan berhenti dan partainya akan terus mengawal demokrasi dari luar parlemen.

"Kita akan terus berjuang. Kekalahan di pemilu kali ini bukan berarti hentian atas perjuangan kita. Kita akan kembali lebih kuat, kita akan terus berjuang di luar parlemen. Kita akan terus membawa nilai toleransi, dan membawa nilai antikorupsi," kata Tsamara lewat rekaman video yang ia unggah di akun Instagram dirinya, Kamis (18/4) pagi.


Tsamara ikut dalam kontestasi Pemilu 2019 sebagai caleg PSI untuk DPR dari Daerah Pilihan DKI Jakarta II (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Luar Negeri).

"Saya tahu kita semua menginginkan perubahan di DPR. Tidak ada yang berubah, tidak ada perjuangan yang sia-sia. Suara kalian berharga. Suara kalian adalah bentuk protes terhadap para anggota dewan yang selama ini tidak bekerja dengan baik," tutur perempuan kelahiran 24 Juni 1996 silam tersebut.


Ia pun mengucapkan terima kasih kepada warga dari daerah pemilihannya yang telah menggunakan hak pilih atas dirinya.

"Untuk warga Jakarta Selatan, warga Jakarta Pusat dan teman-teman diaspora di luar negeri saya sangat berterima kasih. Saya Jujur saya sangat terharu mengetahui antusiasme teman-teman memberikan suara kepada saya," kata Tsamara sebelumnya.

[Gambas:Instagram]

Kemarin malam Ketua Umum PSI Grace Natalie telah mengeluarkan pidato resmi menanggapi kekalahannya dalam Pileg DPR RI. Dari berbagai quick count sejumlah lembaga, PSI hanya mampu meraih suara rata-rata 2 persen. Artinya, PSI terancam tidak akan bergabung dengan partai politik di DPR RI, Senayan, Jakarta.

Meski tetap menunggu penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti, namun PSI sudah mengambil kesimpulan, bahwa partainya bakal gagal lolos ke DPR.

"Menurut quick count, PSI mendapat 2 persen. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun ke depan," kata Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam pidato kekalahannya yang diunggah di situs resmi PSI, Rabu (17/4).

Grace mengaku seluruh pengurus PSI dan caleg telah bekerja keras berusaha meyakinkan dan mendapatkan suara rakyat. Dia menyatakan tak akan menyalahkan siapa pun terkait hasil kekalahan di Pileg 2019.

"Tapi inilah keputusan rakyat melalui mekanisme demokrasi yang harus kami terima dan hormati. Tidak ada penyesalan. Sama sekali tidak ada penyesalan," ujarnya.

Dalam kontestasi Pilpres 2019, PSI adalah bagian dari partai pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.


Ada 16 Parpol yang memperebutkan kursi di DPR dalam Pemilu 2019.

Dari tiga lembaga melakukan quick count yang dipantau CNNIndonesia.com hari ini, semuanya kompak menyebutkan perolehan suara PSI tak menembus ambang batas parlemen.

Data Litbang Kompas per pukul 11.12 WIB hari ini setelah mengumpulkan data 87 persen menyatakan PSI hanya mendapat 2,03 persen. Lalu, Indo Barometer setelah mengumpulkan data 91,58 persen menyatakan PSI hanya mendapat 2,07 persen.

Terakhir LSI Denny JA per pukul 11.14 WIB hari ini telah mengumpulkan 99,35 persen menyatakan PSI mendapat suara 2,95 persen.

Selain PSI, parpol lain yang disebutkan tak menembus ambang batas parlemen Pemilu 2019 adalah Perindo, Partai Berkarya, Hanura, Garuda, PBB, dan PKPI.


[Gambas:Video CNN] (kid/dea)