Kebakaran Gudang di Sumbar, KPU Sebut Form C1 Aman

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 22:07 WIB
Kebakaran Gudang di Sumbar, KPU Sebut Form C1 Aman Ilustrasi proses penghitungan suara Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan dokumen penting Pemilu 2019 dalam kondisi aman usai api melalap gudang logistik KPU di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat pada Senin (22/4). KPU mengatakan dampak kebakaran tak berpengaruh pada proses pemilu.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyebut form C1 atau dokumen pencatatan penghitungan suara tidak terbakar dan dalam keadaan aman.

"Dokumen-dokumen lain sudah diamankan sebagaimana mestinya, terutama dokumen C1," kata Wahyu di Kantor KPU, Jakarta, Senin (22/4).


Wahyu menyampaikan hasil pemungutan suara di Kabupaten Pesisir Selatan juga sudah diketahui publik. Wahyu meminta tak perlu khawatir kebakaran memengaruhi proses pemilu. Lebih lanjut Wahyu menegaskan tak akan ada pemungutan suara ulang hanya karena gudang logistik terbakar.


Kebakaran Gudang di Sumbar, KPU Sebut Form C1 AmanKomisioner KPU, Wahyu Setiawan. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
"Pemungutan suara ulang berdasarkan ketentuan yang berlaku itu kan ada prasyarat-prasyaratnya, tentu saja kalau kebakaran itu terjadi pascapemilu itu tidak bagian dari itu," tutur dia.

Kebakaran di gudang logistik Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat terjadi pada Senin (22/4) dini hari. Sebanyak 785 kotak suara yang berasal dari 157 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dikabarkan hangus terbakar.

Sementara itu polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. "Kita minta bantuan dari Polda untuk identifikasinya," kata Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ferry Herlambang saat dikonfirmasi.

Ferry belum mau menyimpulkan apakah kebakaran yang terjadi itu disebabkan secara sengaja atau hanya kebetulan. Ia menyebut kesimpulan baru bisa diperoleh setelah penyelidikan selesai.

Ferry menjelaskan insiden kebakaran gudang penyimpanan logistik tersebut menyebabkan setidaknya 19 kotak suara terbakar. Kotak suara tersebut diketahui berisi surat suara yang sudah tercoblos hasil pemungutan suara pada 17 April lalu. Namun, menurut Ferry, surat suara tersebut telah direkap.

"Enggak masalah kalau terbakar, karena rekapnya sudah ada di saksi-saksi, Bawaslu dan KPU. Jadi kalau itu terbakar, mereka sudah punya rekap, formulir C1, KPU dan Bawaslu pegang, dari saksi pegang, lampiran mereka pegang," tutur Ferry.

Ferry menyebut saat ini pihaknya telah memeriksa enam orang saksi untuk dimintai keterangan perihal insiden kebakaran tersebut. "Saksi yang diperiksa dari masyarakat sekitar," katanya.

[Gambas:Video CNN] (dhf/dis/ain)