Demokrat Dukung Real Count KPU, Sandi Enggan Suuzan

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 18:26 WIB
Demokrat Dukung <i>Real Count</i> KPU, Sandi Enggan Suuzan Peserta rapat mengabadikan hasil rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyampaikan dukungan terkait rekapitulasi suara atau real count Pemilu 2019. Hinca bertemu dengan Komisioner KPU Hasyim Asy'ari.

"Saya tadi diskusi dengan Pak Hasyim dan kami bertukar informasi. Sistem ini berjalan terus dan kita dukung penuh supaya berjalan lancar," kata Hinca, Selasa (23/4).

KPU menyediakan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) pemilu 2019. Situng ini merupakan penghitungan resmi menggunakan hasil pindai form C1 yang mencatat hasil pemungutan suara di setiap TPS. Meski hasil ini resmi, tetapi hasil akhir akan ditetapkan KPU berdasarkan rekapitulasi fisik berjenjang.


Hinca menegaskan kehadirannya di KPU atas nama petinggi Partai Demokrat. Ia menolak disebut sebagai perwakilan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dia mengatakan dalam pertemuan tersebut juga dibahas terkait kesulitan yang dihadapi selama pelaksanaan pemilu di lapangan, termasuk 91 orang petugas KPPS yang meninggal dunia karena kelelahan.


"Saya kira pejuang demokrasi ini harus dipastikan biar fit. Ini pelajaran berat buat kita. Negara tidak boleh absen, Menkeu kau harus keluarkan uang itu," ujar dia.

Demokrat Dukung <i>Real Count</i> KPU, Sandi Enggan SuuzanSekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan (kanan). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Hinca juga sempat membahas wacana pemisahan pemilu serentak. Ia menilai wacana itu jadi solusi yang baik agar pekerjaan penyelenggara pemilu di lapisan bawah tak kelelahan.

Selain itu dia juga menilai pemilu serentak saat ini agak merugikan secara elektoral bagi Demokrat.

"Menjadi terfokus ke Pilpres sehingga banyak yang tidak maksimal suara itu yang harusnya didistribusikan ke pileg itu baik provinsi, kabupaten, kota, apalagi pusat itu," ujar dia.

Sandi Ajak Berpikir Positif

Di tempat terpisah, calon wakil presiden Sandiaga Uno berharap semua pihak tidak berprasangka buruk atau suuzan terlebih dahulu soal kesalahan input data KPU terkait perolehan suara Pilpres 2019. Dia meminta timnya terus mengawasi proses yang masih berjalan.

"Banyak sekali inputan-inputan yang salah dan lain sebagainya, tapi kita jangan suuzan. Kita kasih ruang ini untuk terus memperbaiki," ucap Sandi di rumahnya, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Demokrat Dukung <i>Real Count</i> KPU, Sandi Enggan SuuzanCalon wakil presiden Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Meski begitu, Sandi berharap kesalahan input data tidak boleh terjadi lagi. Dia mengingatkan saat ini masyarakat ikut mengawasi proses rekapitulasi suara.

Sandi menyatakan publik berhak mendapatkan hasil pemilu yang jujur dan adil. Karena itu, dia berharap penyelenggara pemilu harus bekerja secara profesional.

"Hati-hati, kita jaga amanah ini dengan baik," ujarnya.


Sandi mengatakan dunia ikut menyoroti penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Sudah sepatutnya proses pemilu kali ini bebas dari kecurangan.

Apalagi, kata Sandi, anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk Pemilu 2019 ini begitu besar, yakni menelan dana Rp25 triliun. Dia berharap kualitas pemilu seharusnya lebih baik dari sebelumnya.

"Mari berpikir positif. Kita kawal terus prosesnya kita jaga terus prosesnya," ucap Sandi.

Sandi juga menyoroti soal petugas KPPS yang meninggal dunia. KPU menyebut ada 91 anggota KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan.

Sandi menyampaikan akan salat gaib di Masjid At Taqwa, Jakarta Selatan, pada sore ini. Itu akan dilakukan bersama sejumlah kiai dan pemuka agama Islam.

"Kita nanti akan ada salat gaib bersama para kiai untuk berdoa kepada pejuang-pejuang kita. Di atas angka berapa pun juga ini kita bicara nyawa, kita bicara suatu bencana ya bagi kita," ucap Sandi.


[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)