Kasus Romi, Sekretaris PPP Jatim Mangkir dari Panggilan KPK

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 22:25 WIB
Kasus Romi, Sekretaris PPP Jatim Mangkir dari Panggilan KPK Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur, Norman Zein Nahdi mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (25/4). Norman sedianya bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy (Romi) dalam kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan belum terkonfirmasi terkait mangkirnya Norman dari pemeriksaan. Selain Norman, Wakil Ketua Panitia Pelaksana Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kemenag pada Sekretariat Jenderal Mohammad Farid Wadji juga mangkir dalam pemeriksaan ini.

"Belum diperoleh informasi ketidakhadiran keduanya," kata Febri melalui pesan singkat.


Dalam kasus ini KPK menetapkan Romi sebagai tersangka bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.


Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romi diketahui telah mengajukan praperadilan atas status tersangkanya. Sidang perdana telah dijadwalkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Senin (22/4).

Namun diketahui sidang tersebut akhirnya ditunda lantaran pihak KPK meminta agar sidang praperadilan ditunda hingga tiga minggu mendatang. Tak diketahui pasti apa alasan KPK meminta hakim menunda sidang hingga tiga minggu ke depan.


Sementara itu, pada Selasa (24/4), KPK juga telah melakukan pemanggilan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sedianya Lukman juga bakal diperiksa sebagai saksi untuk Romi. KPK sendiri sempat menyita sejumlah uang senilai US$30 ribu dan Rp180 juta rupiah dari ruang kerja Lukman.

Kendati demikian Menag mengutus salah satu stafnya untuk meminta penjadwalan ulang. Romi dan Lukman merupakan politikus yang berasal dari partai yang sama, PPP.

Terkait dengan keberadaan Romi, sampai saat ini status anggota DPR komisi IV itu masih dibantarkan. KPK mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan dari kepala Rumah Sakit Polri terkait kondisi Romi.

(sas/ain)