KPK Sebut Sofyan Basir Sudah Kembali ke Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 02:15 WIB
KPK Sebut Sofyan Basir Sudah Kembali ke Indonesia Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) nonaktif Sofyan Basir yang kini berstatus tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau I. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah mengindentifikasi keberadaan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) nonaktif Sofyan Basir. Sofyan yang kini berstatus tersangka dugaan suap PLTU Riau-1 bakal segera dipanggil untuk kepentingan penyidikan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, Sofyan Basir telah kembali ke Indonesia. Ia pun menyebut pihaknya akan segera memanggil Sofyan untuk kepentingan penyidikan.

"Hari ini informasi yang kami terima yang bersangkutan sudah kembali ke Indonesia. Tentu sesuai kebutuhan di penyidikan akan dipanggil tapi persisnya jadwalnya kapan, nanti kami informasikan," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/4) malam.



Sofyan diketahui berada di Prancis sejak seminggu yang lalu.

Pengacara Sofyan, Soesilo Aribowo sebelumnya menjelaskan kliennya tengah berada di luar negeri karena urusan pekerjaan. Namun, ia tak membeberkan secara detail pekerjaan yang tengah dikerjakan Sofyan.

"Yang jelas urusan pekerjaan," kata Soesilo.

Soesilo pun memastikan Sofyan akan bersikap koperatif.


KPK saat ini telah menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Sofyan diduga menerima janji dengan mendapatkan jatah fee yang sama besar dengan terpidana mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham dan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sebelumnya mengatakan pihaknya menduga Sofyan telah menerima uang dari Johanes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Sofyan diduga turut membantu Eni Maulani Saragih dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johanes Kotjo.

"SFB diduga menerima janji dengan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham," terang Saut.
[Gambas:Video CNN] (sas/agi)