KPK Bakal Periksa Khofifah Terkait Kasus Romi Hari Ini

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 01:42 WIB
KPK Bakal Periksa Khofifah Terkait Kasus Romi Hari Ini Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut pihaknya telah memeriksa sekitar 60 saksi terkait kasus dugaan suap mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus yang menjerat mantan ketua umum PPP Romahurmuziy pada Jumat (26/4). Salah satunya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Ya informasi yang saya dapatkan begitu (Khofifah diperkisa sebagai saksi), tapi kita lihat besok (hari ini) ya jadwal secara lengkap," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/4) malam.

Febri juga menjelaskan pemeriksaan akan dilakukan di Polda Jatim karena ada beberapa kegiatan yang memang dilakukan KPK di Surabaya. Selain itu, terdapat keterbatasan jumlah penyidik.


"Jadi kan tim nya juga terbatas ya penyidiknya. Sehingga beberapa kegiatan tersebut dilakukan di Jawa Timur dan sekaligus ada beberapa kegiatan dilakukan disana," tutur Febri.


Febri menambahkan saksi-saksi yang akan diperiksa terkait kasus suap ini adalah mereka yang mengetahui, mendengar, atau melihat secara langsung. Saat ini, menurut Febri, KPK telah memeriksa sekitar 60 saksi terkait kasus dugaan suap mantan Ketua Umum PPP itu.

Ia juga mengaku pihaknya membuka kemungkinan pemeriksaan terhadap Romi dilakukan rumah sakit jika memang dibutuhkan. Romi sudah dirawat di rumah sakit lebih dari 20 hari, lantaran mengeluh penyakit lamanya kambuh.

"Kalau ada kebutuhan dari penyidik untuk memeriksa tersangka bisa saja dilakukan pemeriksaan di rumah sakit atau di tempat lain misalnya kalau sudah kembali ke Rutan ya bisa dipanggil untuk hadir di sini," kata Febri.

Menurut Febri, dokter masih menyarankan Romi untuk dirawat inap di rumah sakit. Romi pun dijaga oleh tim dari KPK yang memastikan kondisi Romi.


Sebelumnya, Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Namun, Romi sempat menolak tudingan yang menyebut dirinya terlibat jual beli jabatan di Kemenag. Romi mengatakan dirinya hanya sebatas menyampaikan aspirasi dalam kapasitas sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ia bahkan menyebut nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ikut merekomendasikan Haris Hasanuddin menjadi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Selain Khofifah, Romi mengatakan ada seorang ulama bernama Kiai Asep Saifuddin Halim yang juga ikut merekomendasikan Haris sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. (sas/agi)