Bencana Januari-April 2019 Lebih Banyak Dibanding Tahun Lalu

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 01/05/2019 04:26 WIB
Bencana Januari-April 2019 Lebih Banyak Dibanding Tahun Lalu Ilustrasi bencana. BNPB menyebut sepanjang Januari-April 2019, sudah ada 1.586 bencana terjadi di Indonesia, meningkat 7,2 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebanyak 1.586 bencana telah terjadi di Indonesia sejak Januari hingga April 2019. Jumlah ini meningkat 7,2 persen dibanding 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan dampak bencana yang ditimbulkan adalah 325 orang meninggal dunia, 113 orang hilang, 1.439 orang luka-luka dan 996.143 orang mengungsi juga menderita.

Selain itu terdapat pula kerusakan fisik, diantaranya 3.588 rumah rusak berat, 3.289 rumah rusak sedang, 15.376 rumah rusak ringan, 325 bangunan pendidikan rusak, 235 fasilitas peribadatan rusak dan 78 fasilitas kesehatan rusak.


"Secara statistik, dibandingkan tahun 2018 dalam periode yang sama kejadian bencana pada 2019 mengalami kenaikan 7,2 persen," ujarnya di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (30/4).


Selama 2019, Sutopo mengatakan terdapat tiga bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian yang cukup besar. Peristiwa pertama yaitu banjir dan longsor di Sulawesi Selatan pada Januari 2019 lalu.

"Lebih dari 98 persen bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi, sedangkan 2 persen bencana geologi," ucapnya.

Dari peristiwa itu, ada 82 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 47 orang luka. Kerugian dan kerusakan ditaksir Rp926 milyar.

Bencana kedua yaitu banjir dan longsor di Sentani, Papua pada Maret 2019. Dari peristiwa itu 112 orang meninggal dunia, 82 orang hilang, dan 965 orang luka. Kerugian dan kerusakan mencapai Rp668 miliar.


Peristiwa ketiga yaitu banjir dan longsor di Bengkulu pada April 2019. Berdasarkan data sementara, peristiwa itu menyebabkan 29 orang meninggal dunia, 13 orang hilang dan 4 orang luka. Kerugian dan kerusakan sekitar Rp200 milyar.

"Statistik bencana ini bukan hanya memuat angka-angka, namun memiliki makna bahwa ancaman bencana terus meningkat," tuturnya.

Sutopo mengatakan meningkatnya bencana pada 2019 disebabkan pemicu banjir dan longsor yaitu curah hujan yang deras. Selain itu, kombinasi antara alam dan antropogenik menjadi penyebab utama meningkatnya bencana.

Menurutnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana besar masih rendah. Ditambah juga mitigasi struktural dan non struktural masih belum dijadikan prioritas dalam pembangunan di daerah. (gst/end)