Analisis

Menerka Siapa 'Setan Gundul' di Kubu Prabowo

CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 09:09 WIB
Prabowo Subianto saat mengklaim kemenangan di Pilpres. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setan Gundul adalah kelompok tidak rasional dan memberikan masukan sesat kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang kemenangan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan total suara mencapai 62 persen.

Demikian barisan kalimat yang dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief lewat akun Twitter-nya pada Senin (6/5) pagi.

Kicauan mantan aktivis 1998 itu sontak menimbulkan kegaduhan dan spekulasi atas kiprah Demokrat dalam Koalisi Adil dan Makmur yang mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai paslon dalam Pilpres 2019.


Dalam rangkaian kicauannya, Andi menuding Prabowo sendiri saat ini sudah berada di bawah pengaruh 'Setan Gundul' tersebut.




Menyikapi kegaduhan termutakhir dalam politik Indonesia itu, Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Idil Akbar, mengatakan kelompok 'Setan Gundul' yang dimaksud Andi Arief menunjuk kepada pembisik 'angin surga' ke telinga Prabowo.

'Bisikan angin surga' itu kemudian memengaruhi berbagai langkah yang diambil mantan Komandan Jenderal Komandan Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu pascahari pemungutan suara Pemilu 2019, 17 April silam.

Idil pun menilai kelompok 'Setan Gundul' itu kerap terlihat lebih sering berada di sekitar Prabowo dibandingkan tokoh-tokoh politik dari parpol koalisi pascahari pemungutan suara.

"Itu (setan gundul) beberapa elemen masyarakat lain yang saya kira ini patut dicurigai pembisik pembawa angin surga yang memengaruhi Prabowo," kata Idil kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/5).

Menebak 'Setan Gundul' di Kubu Prabowo versi Andi AriefWakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Pengajar Fisip Unpad itu menilai kelompok 'Setan Gundul' membuat Prabowo terkesan mengambil langkah yang terburu-buru dalam menyikapi hasil Pilpres 2019.

Idil pun menduga kelompok 'Setan Gundul' juga terus berupaya menggiring opini bahwa hasil penghitungan nyata atau real count yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan dicocokkan dengan hasil hitung cepat atau quick count yang telah dikeluarkan sejumlah lembaga survei.

Ia menilai langkah yang dilakukan kelompok 'Setan Gundul' itulah yang akhirnya memengaruhi berbagai langkah Prabowo sehingga membuat kondisi politik di Indonesia menjadi tidak sehat dalam beberapa waktu terakhir.


Dalam situasi politik saat ini, lanjut Idil, seharusnya setiap capres dan cawapres harus bisa menahan diri dan bersikap secara bijak.

"Ini harus disikapi dengan bijak agar sehat, dalam hal ini kedua kandidat menahan diri," ucap Idil.


Sementara itu pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menyebut 'setan gundul' yang disampaikan Andi Arief adalah free rider namun lebih dominan di tubuh koalisi Prabowo-Sandi.

Hal ini yang membuat Demokrat tak nyaman. "
Setan gundul itu tidak berkontribusi tapi cukup dominan," ujar Adi.

Ia menilai tak penting siapa 'setan gundul'. Yang lebih penting menurutnya adalah, apa yang disampaikan Andi Arief adalah representasi kegusaran Demokrat di koalisi Prabowo-Sandi.

Adi menilai wajar jika Demokrat tak nyaman dan pada akhirnya nanti keluar dari koalisi Prabowo-Sandi. Apalagi manuver Demokrat tak cuma ucapan Andir Arief. Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga sudah bertemu dengan Joko Widodo beberapa waktu lalu.


[Gambas:Video CNN]
(mts/kid)
1 dari 2