"Menurut AH Nasution, 'Jas Merah' adalah judul yang diberikan Kesatuan Aksi 66 terhadap pidato Presiden, bukan judul yang diberikan Bung Karno," kata Rushdy dalam bedah pidato Bung Karno di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidato tersebut Bung Karno hanya menyebutkan beberapa hal penting seperti "tahun-tahun yang gawat", dan "konflik sesama anak bangsa".
"Saya mencatat, terdapat 89 kata revolusi dan 50 kata sejarah dalam pidato tersebut. Itu menunjukkan betapa penting revolusi dan sejarah bagi Bung Karno," tuturnya.
Sementara penulis Roso Daras mengemukakan perlu upaya untuk menjembatani pemikiran-pemikiran Bung Karno dengan generasi muda.
"Harus ada penafsiran terhadap pidato-pidato dan karya-karya Bung Karno dalam konteks kekinian sehingga generasi muda bisa memahami Bung Karno," kata dia.
"Pemikiran-pemikiran Bung Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir juga sangat luar biasa. Perlu ada upaya menjembatani generasi muda dengan pemikiran-pemikiran mereka," tuturnya. (wis/antara)