"Biasa, kan kalau warga datang harus melapor pada RT, RW kemudian kalau tinggal lebih dari 24 jam harus lapor. Prosesnya harus seperti itu saja. Jadi bukan operasi di terminal terminal, operasi di stasiun, bukan seperti itu, tapi sifatnya melayani bagi mereka yang membutuhkan pelayanan kependudukan," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Senin (10/5).
Menurut Anies, masyarakat berbondong-bondong mengadu nasib ke Jakarta diprediksi tidak akan meningkatkan pemukiman kumuh di Jakarta. Ia mengatakan bahwa permasalahan tersebut dapat teratasi dengan pertumbuhan ekonomi yang baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies juga mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta di atas rata-rata nasional. Sehingga ia dan pihaknya akan terus mendorong banyaknya investasi dan lapangan pekerjaan.
"Kalau proyeksi kira-kira sekitar 71.000 (yang masuk) dibandingkan tahun lalu 69.000," kata Anies di Puskesmas Kalideres, Jakarta, Senin (3/6).
Anies mengatakan pada 2018 sekitar 5.865.000 pemudik berangkat meninggalkan Jakarta. Kemudian, pada arus balik ada 5.934.000 orang yang masuk ke Jakarta.
Berdasarkan laporan Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan I 2019 mencapai 6,23 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 6,41 persen (yoy).
[Gambas:Video CNN]
(sfr/mik)