Anies Janjikan Gelar Mudik Gratis Lagi Tahun Depan

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 14:48 WIB
Anies Janjikan Gelar Mudik Gratis Lagi Tahun Depan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap program mudik gratis yang diadakan Pemprov DKI Jakarta dapat digelar lagi tahun depan. Hal ini karena ia mendengar cerita dari para penumpang yang merasa program mudik gratis telah menghemat keuangan mereka.

"Pengalaman mudik yang kemarin, ibu bapak bisa ceritakan kepada yang lain. Insyaallah tahun depan kita akan teruskan. Kita berharap nantinya kita bisa perluas," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (12/6).

Anies mengatakan jika program ini dapat terealisasi lagi tahun depan kualitas fasilitas untuk program ini dapat ditingkatkan.


"Harapannya mereka bisa mendapatkan feedback banyak dan ke depan pelayanan kita bisa menjadi lebih baik," ujar Anies.

Hal ini disampaikan Anies saat menerima para pemudik gratis di Balai Kota. Para pemudik ini diketahui dari berbagai daerah di Jawa di antaranya seperti Jombang, Semarang, Tegal dan Tulungagung.

Kemudian, Anies menjelaskan apa yang sudah dilakukan oleh Pemprov DKI dapat disampaikan ke berbagai pihak. Hal ini dilakukan agar pelayanan mudik bersama yang dilaksanakan oleh berbagai pihak bisa memiliki pelayanan yang baik juga.

Program mudik gratis yang diadakan Pemprov DKI baru pertama kali diadakan pada tahun ini. Pemprov DKI sendiri sudah mengeluarkan dana APBD sebesar 14 miliar untuk program ini.

Dari Rp14 miliar itu, Rp11,487 miliar digunakan untuk menyewa 594 bus. Walhasil, rata-rata harga sewa per bus yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta adalah Rp19,3 juta.

Dari total 594 bus untuk pemudik tahun ini rinciannya adalah 372 bus mudik dan 222 bus balik. Setiap bus memiliki kapasitas 54 orang. Dengan total anggaran tersebut, DKI Jakarta membiayai setiap pemudik rata-rata Rp358 ribu.

Bus-bus ini diberangkatkan ke 10 kota tujuan yakni Ciamis, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kabumen, Solo, Wonogiri, Yogyakarta dan Jombang.

Sedangkan, Rp2,5 miliar di luar harga sewa bus digunakan untuk menyewa 52 truk pengangkut motor, pajak, pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara. (sas/eks)